Dampak Efesiensi, Ratusan Hotel di Cirebon Terancam Bangkrut.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Cirebon, Ida Kartika menjelaskan pihaknya mendukung adanya efesiensi yang diterapkan pemerintah. Namun harusnya dikaji terlebih dahulu imbas dari efesiensi di beberapa sektor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Dampak efesiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat dan beberapa kebijakan Gubernur Jabar memberikan dampak besar. Salah satunya pada kelangsungan ratusan hotel yang ada di Cirebon. Imbasnya, ada ribuan pegawai hotel di Cirebon yang saat ini terkena PHK.
Ketua Perhimpunan hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Cirebon, Ida Kartika menjelaskan pihaknya mendukung adanya efesiensi yang diterapkan pemerintah. Namun harusnya dikaji terlebih dahulu imbas dari efesiensi di beberapa sektor.
"Adanya pelarangan study tour atau perjalanan dinas, sangat berdampak pada kelangsungan tingkat hunian. Imbasnya ribuan pegawai hotel terpaksa diputus kerja," kata Ida, Kamis 8 Mei 2025
Tercatat lanjutnya, tingkat hunian dan kegiatan yang menggunakan hotel berbintang saja, saat ini mengalami penurunan sampai 90 persen. Artinya, hotel-hotel berbintang hanya mempunya 10 persen saja tingkat hunian dan kegiatan yang menggunakan fasilitas hotel. Ini akibat efesiensi yang diterapkan tanpa memikirkan dampak besar buat kalangan pekerja.
"Darimana kami harus membayar pegawai, sementara tinggal 10 persennya saja potensi bisnis yang kami miliki. Terpaksa kita memakai pegawai hotel dengan bayaran harian, disamping memakai pegawai yang masih tersisa," ungkapnya.
Ida menjelaskan, pengurangan untuk pegawai hotel di Cirebon mencapai 50 persen. Ini membuktikan, betapa besar dampak efesinsi untuk pengusaha hotel, bukan saja di Cirebon tapi mungkin diseluruh indonesia. Terlebih bagi hotel hotel berbintang yang ada saat ini.
"Apa sih yang kami dapat dari hasil efesiensi ini, tidak ada mas. Yang ada kami sekarang terpuruk, karena banyak pegawai yang di PHK.
Ida memastikan, menunggu perubahan regulasi setengah tahun saja sepertinya pengusaha hotel tidak akan sanggup. Saat inipun mereka mulai mengibarkan bendera putih dan sepertinya akan menyerah karena sepinya tingkat hunian.
"Tamu dan kegiatan dari mana sekarang. Sedangkan potensi pariwisata di Cirebon itu sulit. Kami kan mengharapkan dari wisuda anak anak sekolah, study tour dan kegiatan kegiatan pemerintah yang memakai hotel. Sekarang sudah tidak ada harapan lagi, kami mau bangkrut," tukasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

