PJU dan PJL di Kota Bandung Belum Ideal, Ini Kata Dishub
Penerangan Jalan Umum (PJU) dan Penerangan Jalan Lingkungan (PJL) di Kota Bandung masih belum ideal. Diperkirakan masih kekurangan 19.000 titik penerangan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Penerangan Jalan Umum (PJU) dan Penerangan Jalan Lingkungan (PJL) di Kota Bandung masih belum ideal. Diperkirakan masih kekurangan 19.000 titik penerangan.
Minimnya PJU dan PJL di Kota Bandung, diakui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung. Kepala Bidang (Kabid) Prasarana Dishub Kota Bandung, Panji Kharismadi mengatakan, kebutuhan penerangan jalan di Kota Bandung saat ini masih kurang. Idealnya, Kota Bandung memiliki 69.000 titik penerangan.
"Kondisi eksisting sekarang kita itu baru ada 49.000 titik. Jadi masih kurang sekitar 19.000 sampai 20.000 titik," kata Panji Kharismadi di Balai Kota Bandung, Kamis 1 September 2022.
Panji Kharismadi merinci 49.000 titik penerangan jalan eksisting terbagi menjadi dua kategori. Sebanyak 3.000 titik merupakan PJL yang terletak di jalan dengan lebar kurang dari empat meter.
Sementara 46.000 lainnya, merupakan PJU yang terletak di jalan yang memiliki lebar lebih dari empat meter. Penambahan titik baru, sambung Panji lebih diprioritaskan untuk PJL.
Hal itu karena dari kekurangan 19.000 titik, diidentifikasikan sebanyak 15.000 untuk jalan lingkungan. Seperti jalan dalam perumahan yang termasuk jalan kota.
"APBD 2022 untuk PJU senilai Rp 40 miliar tapi enggak semuanya lampu baru, melainkan ada untuk pemeliharaan dan sebagian baru atau sebagian armatur, serta untuk operasional petugas non PNS," ucapnya.
Selain kekurangan jumlah, kata Panji. Permasalahan lain yang terjadi, yaitu banyaknya PJU dan PJL yang dicuri oknum tidak bertanggungjawab, mulai dari bohlam, tiang lampu hingga kontaktor turut raib digondol.
"Kita itu banyak yang hilang. Khususnya jaringan kabel bawah tanah. Itu berbahan kabel mengandung tembaga yang mengandung nilai ekonomis tinggi. Jadi digali dipotong tembaganya," ujar dia.
Pihaknya pun berencana menggandeng aparat kewilayahan, mulai dari camat, lurah, RT/RW untuk membantu mengawasi PJU dan PJL agar kejadian serupa tak terulang kembali.
"Kita juga minta partisipasi aktif masyarakat apabila menemukan PJU dan PJL mati di malam hari atau nyala di siang hari, mohon infokan ke kita melalui Kewilayahan seperti camat dan lurah," tandasnya. *** (yogo triastopo)
Editor : tantan

