PK Cirebon Diminta Tandatangan Draf Mosi Tidak Percaya?

Penyebab Ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon Toto Sunanto dipecat oleh DPD Partai Golkar Jabar mulai menemukan titik terang. Para Ketua Pengurus Kecamatan (PK) di Kota Cirebon diminta menandatangani draf mosi tidak percaya kepada Toto.

PK Cirebon Diminta Tandatangan Draf Mosi Tidak Percaya?
Foto: Net

INILAH, Bandung – Penyebab Ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon Toto Sunanto dipecat oleh DPD Partai Golkar Jabar mulai menemukan titik terang. Para Ketua Pengurus Kecamatan (PK) di Kota Cirebon diminta menandatangani draf mosi tidak percaya kepada Toto.

Seperti yang diungkapkan Ketua PK Partai Golkar Kesambi Bambang Rismayadi kepada wartawan. Dia mengaku tidak membuart draf mosi tidak percaya kepada Toto. Hanya ketika dipanggil Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi di Purwakarta pada pertengahan Juni lalu, draf itu sudah ada dan tinggal ditandatangani.

“Jadi kami tidak mengeluarkan mosi tidak percaya. Tapi ketua kami di Jabar punya penilaian khusus ke Pak Toto. Ketika diundang ke Purwakarta, kami sudah disiapkan draf, yang intinya untuk memberhentikan Pak Toto,” kata Bambang.

Kelima Ketua PK di Ckota Cirebon ini pun menandatangani surat usulan pemberhentian Toto.

Tetapi Bambang mengakui, lima PK tidak nyaman dengan kepemimpinan Toto. Meskipun berharap penggantian, tetapi tidak secara proaktif, misalnya mengajukan mosi tidak percaya.

Senada dengan Bambang, seorang pengurus Partai Golkar Kota Cirebon menyatakan kaget dengan kejadian pemecatan Toto. Padahal seluruh pengurus sudah bertekad mengantarkan Toto hingga akhir masa jabatan pada 2020.

“Saya kaget ada kasus seperti ini. Kita dari awal komitmen mengawal Pak Toto hingga 2020, tetapi tiba-tiba ada kasus ini. Terlebih ada dugaan penyelewengan dana parpol. Sungguh kaget,” ujarnya.

Dirinya menerima yang terjadi di tubuh Partai Golkar Kota Cirebon saat ini. Dia pun berharap kejadian ini menjadi akhir dari polemik di internal partainya. Partai Beringin harus mengembalikan kejayaannya dengan meninggalkan kisruh internal dahulu.

“Kondisi Partai Golkar Kota Cirebon fatsun pada pimpinan. Kami pun tidak ada gerakan perlawanan. Menyerahkan saja partai. Tapi jujur, saya kaget,” ucapnya. (*)


Editor : DeryFG