PKB Bantah Bangun Koalisi dengan Golkar di Pilbup Bandung 2020

Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung, Cucun Ahmad Syamsurijal membantah pertemuannya dengan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Dadang M Naser membangun koalisi kedua partai.

PKB Bantah Bangun Koalisi dengan Golkar di Pilbup Bandung 2020
Foto: Dani R Nugraha

INILAH,Bandung- Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung, Cucun Ahmad Syamsurijal membantah pertemuannya dengan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Dadang M Naser membangun koalisi kedua partai.

Cucun bahkan menampik jika sudah membentuk nota kesepahaman dengan Partai Golkar seperti apa yang telah diungkapkan Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Bupati/Wakil Bupati Bandung dari Partai Golkar Kabupaten Bandung, Cecep Suhendar.

"Enggak ada nota kesepahaman," kata Cucun kepada wartawan di Mapolresta Bandung Senin (9/3/2020).

Dikatakan Cucun, sebagai ketua partai politik ia harus melakukan penjajakan dengan seluruh partai politik dalam menghadapi Pilkada 2020. Sementara bentuk pertemuan dengan Dadang M Naser dianggapnya sebagai jalinan komunikasi saja. 

"Jadi gini yang namanya ketua parpol menghadapi pilkada, kan, harus menjalin komunikasi politik. Karena, ulah kieu misal noong partai geus jeung ieu jeung anu (jangan hanya mengintip partai kni sudah dengan ini dengan itu), tapi harus duduk satu meja antar ketua partai lain," ujarnya. 

Dikatakan Cucun, pertemuannya dengan Dadang M Naser sendiri pada Sabtu 7 Maret 2020, di Ciparay, hanya bermaksud menanyakan arah Partai Golkar menghadapi Pilkada 2020.

Apalagi, kata Cucun, ia cukup mengapresiasi dengan pembangunan yang telah berjalan di Kabupaten Bandung. Strategi melanggengkan Partai Golkar  berkuasa selama 4 periode tersebut harus bisa ditiru oleh PKB. 

"Perlu belajar juga PKB sama Golkar. Pertemuan kemarin hanya menanyakan arah Golkar bagaimana," katanya. 

Di sisi lain, kata Cucun, hasil pertemuan itu membuat PKB juga merancang sebuah perahu untuk menghadapi Pilkada 2020. Selain dengan Golkar, PKB juga intens melalukan komunikasi politik dengan partai lain. Baik komunukasi melalui ponsel maupun bertemu langsung. 

"Teman teman salah. Dipikir PKB hanya dengan Golkar saja (komunikasinya). Padahal kami komunikasi juga dengan NasDem, PDIP, dan partai lainnya. Mau tahu ingin PDIP seperti apa, NasDem seperti apa?," katanya. 

Menurut Cucun, kalaupun misal PKB dan Golkar nantinya bagian dari koalisi, itu berarti bagian komunikasi yang panjang yang dilakukan oleh DPC PKB Kabupaten Bandung. 

"Tapi untuk koalisi, itu harus realistis dan rasional. Karena menghitung koalisi bukan hanya faktor emosional saja," ujarnya.

Ditanya terkait jika pihak Golkar telah mengklaim bahwa PKB sudah berkoalisi, Cucun menyebut itu hal wajar dalam sebuah dinamika politik. 

"Klaim mah sah-sah saja. Siapa tahu memang nantinya mengerucut begitu. Untuk sikap politik kami belum bisa dipublikasikan. Karena tadi, masih menghitung rasional dan realistisnya," katanya. 

PKB dan Partai Golkar dikabarkan akan berkoalisi pada Pilbup Bandung 2020. Kabar koalisi kedua partai tersebut mencuat setelah kedua pimpinan partai menggelar pertemuan.

Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung Cucun Ahmad Syamsurijal bertemu di rumah Ketua DPD Golkar Kabupaten Bandung, Dadang M Naser di Ciparay, Sabtu (7/3/2020). 

Ketua Tim Penjaringan Calon Bupati/Wakil Bupati Bandung dari Partai Golkar, Cecep Suhendar membenarkan adanya pertemuan tersebut. Kata dia, pertemuan kedua pimpinan partai tersebut adalah membuat nota kesepahaman untuk berkoalisi. 

"Sebenarnya Golkar dengan PKB ini melanjutkan kerjasama lima tahun ke belakang. Dan malam tadi (atas pertemuan kedua ketua partai) melahirkan sebuah nota kesepahaman," kata Cecep di Soreang, Minggu (8/3/2020).

Dalam nota kesepahaman itu, kata Cecep, kedua partai sepakat memperkuat koalisi nasional Indonesia Satu. Artinya, di daerah kedua partai sepakat untuk merumuskan calon bupati/wakil bupati untuk Pilbup Bandung 2020. 

"Jadi intinya Golkar dan PKB kerjasama dan berkoalisi. Itu sudah tertuang dalam nota kesepahaman malam tadi," ujarnya. 

Cecep menjelaskan, meski koalisi kedua partai sudah lebih dari cukup memenuhi syarat (kursi) untuk mengusung calon. Namun Partai Golkar tetap membuka peluang pada partai lainnya untuk berkoalisi. Komunikasi dengan partai lain pun tetap dilakukan Partai Golkar.(rd dani r nugraha).


Editor : Bsafaat