PLN UID Jabar Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Warga Desa Panundaan Ciwidey
PLN UID Jawa Barat memperkuat kesiapsiagaan bencana warga Desa Panundaan, Ciwidey, melalui bantuan sarana darurat, pelatihan relawan, dan edukasi mitigasi benca
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Desa Panundaan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, dalam menghadapi ancaman tanah longsor dan banjir.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Panundaan Tangguh bencana, PLN memberikan dukungan sarana tanggap darurat, peningkatan kapasitas relawan, serta edukasi dan simulasi evakuasi. Program yang dilaksanakan pada Kamis (29/10) ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana sekaligus meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian material.
Program yang berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat tersebut difokuskan pada peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengenali potensi bahaya, melakukan evakuasi mandiri, serta merespons situasi darurat secara cepat dan terkoordinasi.
Upaya tersebut dilakukan melalui pemetaan wilayah rawan bencana, penentuan jalur evakuasi dan titik kumpul, serta penguatan peran Karang Taruna dan relawan desa sebagai garda terdepan penanganan bencana di tingkat masyarakat.
Kesiapsiagaan bencana menjadi perhatian penting mengingat Desa Panundaan berada di kawasan yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi. Sepanjang 2021–2024, Kecamatan Ciwidey mencatat 39 kejadian tanah longsor.
Bahkan, pada November 2024, bencana longsor menimpa tiga rumah warga Desa Panundaan. Selain itu, kejadian angin kencang juga pernah mengakibatkan kerusakan fasilitas umum.
Dengan jumlah penduduk sekitar 15.246 jiwa yang tersebar di 21 RW dan 78 RT, penguatan kesiapsiagaan menjadi langkah penting untuk melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Selain memberikan dukungan sarana tanggap darurat dan peningkatan kapasitas masyarakat, program Panundaan Tangguh Bencana juga mendorong penanaman pohon di kawasan rawan longsor sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana jangka panjang.
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jawa Barat, Krisantus Hendro Setyawan, mengatakan program TJSL PLN diarahkan untuk menghadirkan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat ketahanan desa terhadap risiko bencana.
“Yang ingin kami bangun bukan sekadar kesiapan menghadapi bencana, tetapi kemampuan masyarakat untuk melindungi diri, keluarga, dan lingkungannya. Dengan pengetahuan, keterampilan, serta sarana pendukung yang memadai, kami berharap warga dapat bertindak lebih cepat dan tepat sehingga risiko korban maupun kerugian akibat bencana dapat diminimalkan,” ujar Krisantus dalam keterangan tertulisnya, Senin )2/11/2026)..
Menurut Krisantus, keberhasilan program tidak hanya diukur dari bantuan yang diberikan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan dan menjaga keberlanjutan sarana serta pengetahuan yang telah diperoleh.
Karena itu, kolaborasi antara PLN, BPBD Provinsi Jawa Barat, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem kesiapsiagaan bencana yang berkelanjutan.
“Kami ingin manfaat program ini terus dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Ketika warga memiliki kapasitas dan koordinasi yang baik, desa akan semakin tangguh menghadapi berbagai risiko. Inilah wujud komitmen PLN untuk tumbuh bersama masyarakat sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Panundaan, An An Romdon Kurniawan, menyampaikan bahwa dukungan PLN bersama BPBD Provinsi Jawa Barat memberikan manfaat penting dalam melengkapi kebutuhan kesiapsiagaan bencana di wilayahnya.
Menurutnya, meskipun Desa Panundaan telah memiliki Kampung Siaga Bencana, sejumlah sarana pendukung masih perlu diperkuat, terutama jalur evakuasi dan perlengkapan logistik.
“Selama ini kami sudah memiliki Kampung Siaga Bencana, tetapi masih ada keterbatasan, terutama pada jalur evakuasi dan kebutuhan logistik. Bantuan dari PLN dan BPBD sangat membantu kami melengkapi kebutuhan tersebut, sehingga masyarakat bisa lebih siap dan lebih cepat mengambil tindakan ketika terjadi bencana,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah desa akan menyiapkan satu titik posko sebagai pusat koordinasi dan pemenuhan kebutuhan warga saat menghadapi situasi darurat.
Pengelolaan posko tersebut akan melibatkan Karang Taruna, relawan, serta unsur masyarakat lainnya agar seluruh sarana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
“Harapan kami, manfaat program ini bisa terus dirasakan masyarakat. Dengan adanya posko, perlengkapan pendukung, dan keterlibatan para relawan, warga diharapkan semakin responsif serta mampu saling membantu ketika menghadapi kondisi darurat,” katanya.
Selain memperkuat kesiapsiagaan bencana, PLN UID Jawa Barat juga memberikan sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat. Edukasi ini menekankan pentingnya mengenali potensi bahaya listrik, khususnya ketika terjadi banjir, tanah longsor, maupun cuaca ekstrem.
Warga diimbau untuk menghindari instalasi listrik yang terendam air, tidak mendekati jaringan listrik yang rusak atau terputus, serta segera melaporkan potensi bahaya kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123.
Melalui program Panundaan Tangguh Bencana, PLN UID Jawa Barat terus mendorong penguatan ketahanan masyarakat melalui program TJSL yang berorientasi pada kebutuhan dan dampak jangka panjang.
Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih aman, masyarakat yang lebih mandiri, serta desa yang semakin tangguh menghadapi berbagai risiko bencana. (Adv)
Editor : Ahmad Sayuti

