Warga Waspada Cuaca Ekstrem Melanda, BPBD Cimahi Bagikan Langkah Mitigasi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya potensi cuaca ekstrem.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya potensi Cuaca Ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Kondisi ini dinilai berisiko menyebabkan kerugian materiil hingga mengancam keselamatan jiwa.
Berdasarkan data pengecekan Tim Unit Reaksi Cepat (URC), tercatat sedikitnya empat lokasi di wilayah Cimahi mengalami kerusakan akibat dampak cuaca buruk belakangan ini. Beragam kerusakan mulai dari atap rumah yang terbawa angin hingga pohon besar yang tumbang menimpa bangunan dan kendaraan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, memaparkan rincian kejadian tersebut. Di Jalan Melong Tengah, angin kencang menyebabkan atap spandek lepas dan menimpa atap rumah warga, mengakibatkan kerusakan ringan dengan estimasi kerugian mencapai Rp5 juta dan berdampak pada 2 Kepala Keluarga (KK).
"Sementara di Komplek Pharmindo Jalan Rorojongrang Barat, sebuah pohon Pepaya Jepang tumbang dan menimpa kendaraan bermotor, menyebabkan kerusakan pada bagian bodi mobil dengan kerugian sekitar Rp500 ribu," kata Fithriandy, Kamis (9/4/2026).
Kerusakan lebih signifikan terjadi di Jalan Raya Cibeureum. Di satu titik, pohon Angsana raksasa dengan diameter 1 meter dan tinggi 30 meter tumbang menimpa tiang listrik dan Penerangan Jalan Umum (PJU), menghambat arus lalu lintas dengan estimasi kerugian aset daerah mencapai Rp10 juta.
"Di titik lain di jalan yang sama, pohon Petai tumbang menimpa bangunan saung joglo dan dinding pembatas, dengan kerusakan kategori sedang dan kerugian diperkirakan mencapai Rp18 juta," sebutnya.
Merespons kondisi tersebut, Fithriandy kembali mengingatkan masyarakat untuk terus waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir genangan, banjir limpasan, longsor, hingga puting beliung.
Dalam kesempatan ini, ia juga membagikan sejumlah langkah mitigasi yang bisa dilakukan warga untuk meminimalkan risiko.
"Pastikan saluran drainase di lingkungan rumah bersih agar tidak terjadi genangan. Saat hujan deras disertai angin kencang, hindari berteduh di bawah pohon besar, baliho, atau bangunan yang terlihat rapuh. Juga waspada terhadap bahaya petir di ruang terbuka," paparnya.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih berhati-hati saat berkendara karena jalanan yang licin dan risiko pohon tumbang.
Fithriandy meminta warga tidak perlu panik berlebihan, namun tetap sigap dan selalu mengandalkan informasi resmi dari lembaga berwenang.
"Pantau terus perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG seperti aplikasi InfoBMKG atau media sosial resmi mereka," katanya.
"Dengan kesiapan dan kewaspadaan, risiko bencana bisa kita tekan seminimal mungkin," pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

