Polisi Langsung Bentuk Tim, Kejar Perempuan Penculik Rafa
Sat Reskrim Polrestabes Bandung membenarkan laporan penculikan terhadap bocah lima tahun bernama Rafa yang diduga dilakukan rekan ayahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sat Reskrim Polrestabes Bandung membenarkan adanya laporan penculikan terhadap bocah lima tahun bernama Rafa yang diduga dilakukan rekan ayahnya.
”Sudah kami terima laporannya dan saat ini masih dalam proses penyelidikan,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Rudy Trihandoyo.
Selain itu untuk memburu pelaku, pihaknya sudah membentuk tim untuk mencari pelaku penculikan dan keberadaan mereka dimana.
"Kita sudah bentuk tim untuk kejar pelaku. Mohon waktu," ujarnya.
Saat ini, Rohandi, tengah dalam pemeriksaan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung, untuk dimintai keterangan, sebagai tindak lanjut dari laporan polisi yang di buatnya.
Diberitakan sebelumnya Rafa dibawa lari seorang perempuan bernama Cahya, pada Jumat 24 September 2021. Hingga kini belum diketahui keberadaan Cahya dan Rafa, hingga akhirnya Rohendi melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Bandung.
Saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Jumat 1 Oktober 2021, Rohendi yang memakai jaket hitam dan peci putih mengaku sempat berkomunikasi dengan anaknya via video call, Kamis 30 September 2021.
Baca Juga: Saat Videocall, Rafa Bocah yang Diculik Nangis Minta Dijemput, Betulkah Posisinya di Bali?
"Dia (Rafa) nangis. Dia minta jemput. Dia bilang, 'Ayah pulang, mau di jemput. Kalau enggak pulangnya mau jalan kaki saja,' itu yang dia bilang," katanya menirukan ucapan sang anak.
Rohendi pun tidak menanyangka Cahya yang dikenalnya dua tahun terakhir melakukan hal ini. Padahal dia orangnya baik, hingga tidak menaruh curiga apapun kepadanya saat Rafa diajak main ke Citylink.
"Dia (pelaku penculikan) bilang, nanti juga dipulangin. Baru saja sebentar diajak main," katanya.
Sampai saat ini, Rohandi tidak mengetahui keberadaan anaknya itu. Santer informasi, anaknya berada di Provinsi Bali. Namun informasi itu, belum dapat diketahui kebenarannya. (ahmad sayuti)
Editor : inilahkoran

