Polisi Patroli di Pusat Perbelanjaan, Pengunjung Diingatkan Waspada Aksi Pencopetan

Polsek Regol mengerahkan anggotanya untuk patroli di pusat perbelanjaan seperti di Yogya Kepatihan

Polisi Patroli di Pusat Perbelanjaan, Pengunjung Diingatkan Waspada Aksi Pencopetan
Anggota Polwan Polsek Regol melakukan patroli di pusat perbelanjaan Yogya Kepatihan, Senin (16/3). Patroli dilakukan untuk memberikan kenyamanan warga yang berbelanja dan mengantisipasi aksi pencopetan dan kriminalitas lainnya jelang Lebaran. (Foto Cesar Yudistira)

INILAHKORAN.ID - Polisi melakukan patroli di kawasan pusat perbelanjaan Jalan Kepatihan, Kota Bandung, Senin (16/3/2026), yang dipadati warga menjelang Lebaran. Pengunjung diingatkan untuk waspada terhadap aksi pencopetan hingga tidak lengah mengawasi anak saat berbelanja.

Kapolsek Regol Kompol Heri Suryadi mengatakan patroli dilakukan di area Yogya Kepatihan Wetan hingga Kings Shopping Center. Dalam kegiatan ini, polisi juga menggandeng personel Polwan dari Polrestabes Bandung.

"Di sini kami sebagai Kapos Pam Yogya Kepatihan melaksanakan patroli dialogis bersama rekan-rekan, termasuk Polwan dari Polrestabes Bandung," kata Heri saat patroli di kawasan Kepatihan, Senin (16/4/2026).

Menurutnya, patroli dialogis dilakukan dengan memberikan imbauan langsung kepada pengunjung mal terkait keamanan diri dan barang bawaan.

"Kami menghimbau kepada masyarakat khususnya pengunjung mal agar menjaga barang bawaan terutama HP, karena kawasan seperti ini rawan pencopetan," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan pengunjung yang membawa anak kecil agar tidak lengah saat berbelanja.

"Kami juga mengingatkan ibu-ibu yang membawa anak kecil agar tetap memperhatikan anaknya. Jangan sampai terlalu asyik berbelanja sehingga lupa membawa anak karena kemarin sempat terjadi kejadian seperti itu," ungkapnya.

Dalam patroli tersebut, polisi menerjunkan sekitar 25 personel yang dibagi menjadi dua tim untuk menyisir area pusat perbelanjaan.

"Kami membawa sekitar 25 personel, namun dibagi dua agar lebih efektif dalam menyampaikan imbauan kamtibmas kepada para pengunjung," jelasnya.

Lonjakan pengunjung di kawasan tersebut sudah terlihat sejak beberapa hari sebelum Lebaran. Bahkan banyak pengunjung yang datang dari luar kota untuk berbelanja.

"Pengalaman kami, sebelum H-2 pos pam berdiri sudah terlihat pengunjung banyak datang. Rata-rata juga dari luar kota," katanya.

Meski pengunjung membludak, hingga saat ini polisi mengaku belum menerima laporan tindak kriminal di dalam mal.

"Alhamdulillah sampai saat ini belum ada laporan pencopetan atau kehilangan barang di dalam mal," tuturnya.

Namun kepadatan pengunjung berdampak pada arus lalu lintas di sekitar lokasi. Polisi pun menyiagakan personel di sejumlah titik untuk mengurai kemacetan.

"Yang terdampak justru kemacetan. Upaya kami menggelar personel di titik-titik kemacetan termasuk melakukan rekayasa lalu lintas agar arus kendaraan tetap berjalan," jelasnya.

Berdasarkan data kendaraan yang masuk ke kawasan mal, jumlah pengunjung sempat mencapai sekitar 16 ribu orang dalam satu hari.

"Kemarin dari data kendaraan yang masuk sekitar 16.000. Bisa dibayangkan jika dikalikan jumlah penumpang. Hari ini sedikit berkurang, tapi kemungkinan setelah ashar akan bertambah lagi," katanya.

Lonjakan pengunjung juga terjadi selama akhir pekan. Dalam tiga hari terakhir, Jumat hingga Minggu, kepadatan meningkat signifikan sehingga polisi harus bekerja ekstra mengurai kemacetan.

Selain itu, polisi juga mengantisipasi parkir liar dan pungutan parkir yang tidak sesuai aturan.

"Kami mengimbau agar tidak ada parkir liar yang menghambat arus lalu lintas. Untuk pungli parkir juga kami awasi baik secara terbuka maupun tertutup agar tidak ada yang mematok tarif sembarangan," pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti