Polres Bogor Beberkan Alasan Tak Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Puncak Dua Hari Ini
Satlantas Polres Bogor belum menerapkan rekayasa lalu lintas pada dua hari pertama libur Idul Fitri 1446 Hijriyah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor – Satlantas Polres Bogor belum menerapkan rekayasa lalu lintas pada dua hari pertama libur Idul Fitri 1446 Hijriyah.
Biasanya, Satlantas Polres Bogor menerapkan rekayasa lalu lintas berupa lalu lintas satu arah (one way) maupun ganjil genap.
“Kami menghormati dan menghargai masyarakat yang ingin bersilaturrahmi di Hari Raya Idhul Fitri 1446 Hijriyah selama dua hari yaitu 31 Maret dan 1 April 2025,” kata KBO Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian Noviantasari kepada wartawan, Selasa 1 April 2025.
“Kami tidak memberlakukan rekayasa arus lalu lintas one way maupun ganjil genap,” tambahnya.
Ardian Noviantasari menuturkan rekayasa arus lalu lintas one way dan ganjil genap baru dilaksanakan, Rabu besok.
"Besok kami baru berlakukan one way baik ke kawasan Puncak maupun ke arah Jakarta," tutur Ardian Noviantasari.
Ia pun memprediksi, titik tertinggi Kepadatan lalu lintas di Kawasan Puncak terjadi pada Tanggal 4, 5 dan 6 April 2025.
“Tiga hari tersebut, diprediksi terjadi tingkat kepadatan lalu lintas tertinggi di Kawasan Puncak, karena bertemunya arus balik dengan arus wisatawan," tukasnya
Arus lalu lintas di Kawasan Gadog menuju Puncak, Kabupaten Bogor Bogor pada hari kedua lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah atau tahun 2025 sudah mulai padat sejak pagi pada Selasa 1 April 2025.
Dari data yang diperoleh, ada 9.000 kendaraan yang sudah melintas menuju kawasan Cisarua Puncak, Kabupaten Bogor
Ardian Noviantasaei menuturkan, kepadatan arus lalu lintas itu terpantau di sejumlah titik, setidaknya ada 5 titik yang menjadi fokus Satlantas Polres Bogor.
"Pertama di Simpang Pasir Muncang, kemudian yang berikutnya di Simpang Megamendung. Kepadatan arus lalu lintas di dua titik tersebut dikarenakan kondisi persimpangan jalan dan perpotongan arusnya yang cukup tinggi," tutur Ardian.
Ardian melanjutkan, kemudian yang ketiga simpang Pasar Cisarua atau di sekitar Pasar Cisarua, karena tempat perekonomian masyarakat juga perpotongan arus ada disitu. (*)
Editor : Zulfirman
