PPDB SMP Tahap Pertama, Disdik KBB Klaim Belum Temukan Adanya Pungli
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengklaim tidak menemukan praktik pungli pada pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP pada tahap pertama.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengklaim tidak menemukan praktik Pungli pada pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP pada tahap pertama.
Kepala Bidang SD Disdik Bandung Barat, Edi Saprudin mengatakan, hingga pengumuman PPDB pada 27 Juni 2024 lalu, pihaknya belum menerima adanya kecurangan, seperti pungli.
Sebab, pada saat proses PPDB berlangsung pihaknya terus melakukan pendampingan.
"Sampai selesai tahap pertama alhamdulilah belum ada laporan terkait kecurangan atau tindakan pungli oleh panitia PPDB di masing-masing sekolah," kata Edy, Jumat 5 Juli 2024.
"Mudah-mudahan di tahap ke dua juga tidak ada kendala dan tidak ada laporan kecurangan dan lainnya," sambungnya.
Namun, tegas Edy, apabila nantinya pihaknya menemukan indikasi rekayasa dokumen dari calon peserta didik baru (CPDB) baik pada tahap I atau tahap II makan pihaknya bakal melakukan tindakan tegas.
"Kalau terkait (rekayasa dokumen) itu memang akan ada sanksi termasuk didiskualifikasi," tegasnya.
Edy menjelaskan, pada tahap pertama PPDB jenjang SMP di Bandung Barat dibagi dalam tiga jalur, antara lain jalur zonasi 50 persen, jalur afirmasi 15 persen dan perpindahan tugas orang tua 5 persen.
Kemudian, semua yang diterima menurutnya sudah melakukan daftar ulang pada 1-3 Juli 2024 kemarin.
"Hasil PPDB tahap pertama yang dilaksanakan dari tanggal 19 Juni sampai 27 Juni itu berjalan dengan lancar. Alhamdulillah yang diterima sama sekolah itu sudah daftar ulang di awal bulan Juli kemarin," katanya.
Kendati demikian, Edy mengaku belum bisa menyampaikan jumlah CPDB baik yang mendaftar atau yang diterima. Sebab, pihaknya masih menunggu PPDB tahap kedua yakni jalur prestasi dengan kuota 30 persen yang berakhir 4 Juli 2024 kemarin.
"Untuk data CPDB belum bisa saya sampaikan karena biasanya diakhir nanti. Jadi sekarang belum ada laporan di tiap sekolah. Sekarang kan yang jalur prestasi belum selesai," ujarnya.
Disinggung terkait apakah kuota PPDB terserap seluruhnya, Edy menjelaskan, terserap atau tidak kuota menyesuaikan dengan sekolah masing-masing.
"Kalau memang kouta sekolah sudah terisi ya berarti kuota tahap pertama terisi. Tapi kalau seandainya kouta tahap pertama masih tersisa nah nanti dipindahkan ke jalur prestasi di tahap kedua," jelasnya.
Sedangkan untuk kekurangan pendaftaran CPDB juga ditemukan di sejumlah sekolah di wilayah selatan Bandung Barat lantaran di sana tidak banyak sekolah negeri.
Selain itu keberadaan sekolah juga terbilang cukup jauh diakses masyarakat.
"Kalau di daerah selatan memang ada (sekolah yang kurang peminat). Sebenarnya bukan kurang peminat. Seperti di daerah Rongga, Gununghalu kuota itu biasanya tidak terpenuhi," paparnya.
"Itu karena banyak sekolah swasta sehingga masyarakat di sana mencari yang terdekat," sebutnya.***
Editor : JakaPermana
