PPDB SMPN Hari Pertama di Kab Bandung Berjalan Lancar

Pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMP hari pertama jalur zonasi di Kabupaten Bandung banyak diminati calon peserta didik. Salah satunya terlihat di SMPN 1 Soreang.

PPDB SMPN Hari Pertama di Kab Bandung Berjalan Lancar
Pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMP hari pertama jalur zonasi di Kabupaten Bandung banyak diminati calon peserta didik.  (Dani R Nugraha)

INILAH, Bandung- Pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMP hari pertama jalur zonasi di Kabupaten Bandung banyak diminati calon peserta didik. Salah satunya terlihat di SMPN 1 Soreang.

Sejak pagi sejumlah orangtua siswa bersama anaknya berbondong-bondong untuk mendaftarkan diri.

"Sengaja datang kesini sekitar jam 06.30 WIB nomor urut antrean sudah 147. Semoga saja anak saya bisa diterima di sekolah ini karena memang rumah yah dekat sini cuma 670 meter makanya pakai sistem zonasi murni," kata Oom (40) salah seorang orang tua calon peserta didik, Senin (1/7/2019).

Setelah mendapatkan nomor antrean, calon peserta didik yang mendaftar itu diminta menyerahkan berkas kepada petugas PPDB untuk dimasukan ke dalam sistem komputer mereka. 

Oom menilai, sistem zonasi ini menguntungkan dirinya karena bermukim tidak jauh dari SMPN 1 Soreang. Namun menurutnya, sistem zonasi lebih banyak tahapannya.

"Ya bagus kalau ada zonasi, saya tinggal dekat sekolah, tinggalnya dekat Hotel Antik, semoga keterima meski tahapannya banyak," ujarnya. 

Kepala Sekolah SMPN 1 Soreang Usman Ali mengatakan, pendaftaran hari pertama lancar.  Karena para orangtua siswa mengikuti arahan dari para panitia PPDB. Setiap orangtua siswa dibatasi nomor anterin sampai 150 per hari.

"SMPN 1 Soreang memiliki daya tampung 11 rombel dengan kuota 80 persen jalur zonasi, 15 persen jalur prestasi dan 5 persen jalur perpindahan orangtua,"katanya.

Ia menyetujui aturan zonasi yang dibuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menghilangkan sekolah-sekolah favorit.

"Ini sebuah tantangan bagi setiap sekolah dalam mengajar setiap murid. Karena dengan sistem ini, semua siswa didik dengan nilai bervariatif bisa diterima semuanya, Mudah-mudahan dengan masuknya ke SMPN 1 Soreang murid yang sebelumnya nilainya biasa saja bisa memiliki output yang sangat bagus," katanya. (Rd Dani R Nugraha).


Editor : Bsafaat