PPKM Jabodetabek Tak Turun ke Level 2, Ternyata Gegara Progres Vaksinasi di Kabupaten Bogor Lambat

Level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jabodetabek tidak turun ke level 2 karena vaksinasi Kabupaten Bogor.

PPKM Jabodetabek Tak Turun ke Level 2, Ternyata Gegara Progres Vaksinasi di Kabupaten Bogor Lambat
Bupati Ade Yasin saat meninjau vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor.
INILAHKORAN, Bogor-Level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jabodetabek tidak turun ke level 2. Alasannya diduga karena presentase atau progres vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor masih dibawah 50 persen.
 
Padahal, indikator lainnya, sama seperti di wilayah sekitarnya, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit maupun tempat isolasi terpadu (Isoter) di Bumi Tegar Beriman jauh menurun, jika dibandingkan pada Bulan Juli lalu.
 
 
"Jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit maupun tempat Isoter sudah melandai atau menurun, tetapi karena presentase atau progres vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor masih dibawah 31,9 persen maka level Kabupaten Bogor dan wilayah algomerasi lainnya belum turun dan masih di level 3," ucap Bupati Bogor Ade Yasin kepada wartawan, Senin, 11 Oktober 2021.
 
 
Karena masih rendahnya presentase atau progres vaksinasi Covid-19, wanita yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor ini pun mengumpulkan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) dan juga Forkopimcam.
 
"Saya bersama Kapolres, dan Dandim hari ini sudah mengumpulkan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Camat, Danramil, Kapolsek dan lainnya, untuk melakukan percepatan vaksinasi Covid-19. Kami menargetkan, setidaknya 50 persen masyarakat Kabupaten Bogor sudah tervaksinasi, agar level PPKM turun dan terjadi pemulihan ekonomi masyarakat," sambungnya.
 
Ade menuturkan, jikalau di wilayah perkotaan, presentase vaksinasi sudah cukup baik, kedepan, jajaran Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor akan mensasar masyarakat di perdesaan.
 
 
"Kalau wilayah perkotaan seperti Kecamatan Cibinong, Cileungsi, Gunung Putri, Citeureup dan lainnya itu sudah bagus progres atau presentasenya, saat ini, kendala kami adalah daerah perdesaaan hingga kedepan, kami akan mensasar masyarakat perdesaan untuk divaksinasi Covid-19," tutur Ade 
 
Ia menjelaskan, alasan masih rendahnya presentase atau progres vaksinasi Covid-19, juca karena adanya kabar hoax bahwa vaksin Covid-19 itu haram, hingga jajarannta butuh bantuan ulama atau majelis ulama Indonesia (MUI) untuk menyakinkan masyarakat.
 
"Di Kabupaten Bogor, ulama, kyia dan tokoh agama menjadi influencer, agar ummatnya mau divaksin Covid-19. Kepada Forkopimcam, kami meminta mereka bisa melakukan pendekatan yang tepat," jelasnya.
 
Komandan Kodim 0621 Letkol (Inf) Sukur Hermanto siap membantu percepatan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor, ia siap menugaskan jajarannya ke desa-desa, atau ke wilayah perkotaan dengan waktu di malam hari.
 
 
"Kami siap membantu perceparan vaksinasi Covid-19 di perdesaan maupun perkotaan, kalau wilayah perkotaan seperti Kecamatan Tajur Halang, Bojonggede dan Sukaraja, kami juga siap melakukan vaksinasi Covid-19 di malam hari, menyesuaikan dengan jam kerja masyarakatnya," kata Letkol (Inf) Sukur.
 
Ia melanjutkan bersama Kapolres dan Bupati Bogor, akan terus mengevaluasi kinerja para Camat, Kapolsek, Danramil dan lainnya. Selain itu, kemungkinan juga bakal ada reward dan punishmen agar tujuan percepatan vaksinasi Covid-19 Kabupaten Bogor bisa segera tercapai.*** (Reza Zurifwan)
 
 
 


Editor : inilahkoran