Prabowo Subianto Hadiri Rapimnas KSPN di Soreang, Ajak Para Buruh Pintar Menjatuhkan Pilihan pada Pilpres 2024

Calon presiden (Capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto menghadiri Rapimnas KSPN (Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara) di Soreang Kabupaten Bandung. 

Prabowo Subianto Hadiri Rapimnas KSPN di Soreang, Ajak Para Buruh Pintar Menjatuhkan Pilihan pada Pilpres 2024
Rapimnas KSPN di Soreang tersebut digelar sekaligus sebagai ajang konsolidasi akbar pemenangan satu putaran pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Minggu 14 Januari 2024. (rd dani r nugraha)

INILAHKORAN, Soreang - Calon presiden (Capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto menghadiri Rapimnas KSPN (Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara) di Soreang Kabupaten Bandung. 

Rapimnas KSPN di Soreang tersebut digelar sekaligus sebagai ajang konsolidasi akbar pemenangan satu putaran pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Minggu 14 Januari 2024.

Dalam pidato politiknya dalam Rapimnas KSPN di Soreang, Prabowo Subianto mengaku sangat menghormati para buruh atau kaum pekerja. Sebab, tanpa pekerja roda perekonomian bangsa Indonesia tidak akan berjalan. Kaum pekerja itu bukan hanya berjasa karena telah memberi nafkah untuk anak istrinya saja, melainkan untuk kebaikan bangsa dan negara.

"Dari hati yang paling dalam hormat saya kepada para buruh, para petani, para nelayan dan semua orang yang telah bekerja dengan halal. Penarik becak, buruh pelabuhan dan pekerja lainnya. Saya lebih menghormati mereka, ketimbang orang-orang pinter yang wajahnya manis-manis tapi hatinya enggak jelas, sekolah tinggi-tinggi tapi enggak ada etika," kata Prabowo Subianto disambut riuh tepuk tangan ribuan para buruh pendukungnya.

Dikatakan Prabowo Subianto, saat ini banyak orang yang merasa pintar. Namun sayangnya kepintarannya ini disalahgunakan untuk berbuat tidak baik. Salah satunya berbuat korupsi atau perbuatan lainnya yang merugikan negara dan bangsa. Hal ia katakan berdasarkan pengalamannya selama ini sebagai orang Indonesia.

"Saya ini sudah tua, sudah lama jadi orang Indonesia. Tahu persis, banyak tentara prajurit yang jujur-jujur. Lebih jujur dari para jenderalnya, itu pengalaman saya. Bajunya bersih-bersih, gayanya sok jago perang," ujarnya.

Ke depan, lanjut Prabowo Subianto, Indonesia harus maju dan kekayaan alam negara ini harus dinikmati semua rakyat Indonesia. Untuk itu, semua komponen bangsa harus bersatu, dengan tujuan dan cita-cita yang sama. Tidak boleh menjadi antek-antek asing, tapi harus menjadi antek untuk rakyatnya sendiri.

"Pondasi sebagai landasan untuk kemajuan bangsa ini sudah dibangun oleh para presiden kita terdahulu. Dari mulai Presiden Soekarno hingga Presiden Joko Widodo. Itu yang harus kita teruskan, jangan sampai karena kita tidak pandai menjaga dan memanfaatkan kekayaan alam, malah bangsa asing yang berdatangan ke negara kita," katanya. 

Prabowo Subianto melanjutkan, kata dia, Pilpres pada 14 Februari itu, bukan hanya sekedar memilih pemimpin untuk lima tahun kedepan saja. Melainkan, menentukan arah pembangunan suatu bangsa tak sekedar lima tahun saja. Karena dampaknya, bisa dirasakan belasan hingga puluhan tahun kedepan.

"Pilihannya ada pada saudara-saudara. Apakah kita ingin mengolah kekayaan alam untuk dinikmati oleh seluruh rakyat indonesia atau tidak. Kami koalisi Indonesia maju, tidak akan  malu-malu, mengakui kalau ini adalah penerus Joko Widodo. Dua kali saya berseberangan, tapi beliau mengajak saya untuk bergabung, tidak ada ejekan atau membenci saya, tapi justru mengajak untuk sama-sama berbakti kepada rakyat," ujarnya. 

Selama bekerja sebagai pembantunya Presiden Joko Widodo, Prabowo Subiantti mengakui jika Joko Widodo adalah seorang negarawan yang selalu memikirkan rakyatnya. Ia selalu berusaha memajukan dan mensejahterakan rakyat Indonesia.

"Makanya pertumbuhan Indonesia menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. Tingkat inflasi kita rendah, ini yang harus kita syukuri bersama," katanya. (rd dani r nugraha)


Editor : Doni Ramdhani