INILAH, Bandung – Kepergian ikon Persib Bandung Atep menimbulkan pro kontra di antara bobotoh. Pemain yang sudah 10 tahun lebih membela persib ini harus tersingkir karena dianggap akan sulit bersaing dengat pemain muda yang lebih gesit dan lincah, seperti Gozali Siregar, Febri Haryadi, dan pemain anyar seperti Frets Butuan.
“Seharusnya klub mempertimbangkan Atep untuk tetap di Persib. Dia pemain senior dan simbol Persib. Meski sudah tidak banyak bermain, tetapi pengalamannya akan sangat berpengaruh di ruang ganti untuk membimbing para pemain muda. Terlebih Persib sedang dalam masa transisi pergantian pelatih dan banyak pemain baru” ujar Naufal, bobotoh asal Tasikmalaya kepada INILAH, Selasa (15/1/2019).
Menurut Naufal, mnajemen seharusnya memahami pemain senior seperti Atep jangan dilihat dari fisik saat bertanding. Namun lebih dibutuhkan di ruang ganti untuk memompa para pemain muda untuk bermain dengan rasa lapar dan rasa cinta terhadap Persib.
“Saya lebih perpendapat Atep tetap bertahan di Persib minimal untuk 1 musim lagi demi melancarkan masa transisi Persib,” katanya.
Ditemui di tempat yang sama, Iqbal yang juga berasal dari Tasikmalaya ini memiliki sikap berbeda dengan Naufal. Dia berpendapat kepergian Atep akan memberikan dampak positif bagi tim. Hal ini dapat meberikan peluang lebih besar bagi para pemain muda untuk mencicipi menit bermain dan membuktikan kualitasnya kepada pelatih dan bobotoh.
Meski sedih, Iqbal mengakui Atep adalah legenda Persib Bandung. “Dia datang pada tahun 2009 dari Persija. Dia sudah banyak memberikan prestasi kepada Persib Bandung. Tetapi ini sepak bola profesional. Selalu ada yang datang dan pergi, meski seorang legenda,” jelasnya. (yuma/gerry)