Prof Asep Kadarohman: Jadilah Pelopor dan Unggul 4.760 Wisudawan UPI 

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mewisuda sebanyak 4.760 orang lulusan dengan rincian jumlah wisudawan berdasarkan jenjang pendidikannya.

Prof Asep Kadarohman: Jadilah Pelopor dan Unggul 4.760 Wisudawan UPI 
Rektor UPI Prof. Dr. H. R. Asep Kadarohman, M.Si. mengucapkan selamat kepada para wisudawan UPI. (istimewa)

INILAH, Bandung - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mewisuda sebanyak 4.760 orang lulusan dengan rincian jumlah wisudawan berdasarkan jenjang pendidikannya. Lulusan D-3 (diploma) 242, lulusan S-1 (sarjana) 3.785, lulusan S-2 (magister) 666, lulusan S-3 (doktor) 67, Jumlah Wisudawan 4.760.

Rektor UPI Prof. Dr. H. R. Asep Kadarohman, M.Si. mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang telah menuntaskan studinya dan pada hari ini diwisuda. 

Wisuda kali ini sungguh terasa sangat istimewa karena berdekatan dengan Dies Natalis UPI yang ke-65 dan Lustrum UPI yang ke-13 yaitu pada 20 Oktober 2019. Selain itu, banyaknya wisudawan pun termasuk istimewa karena jumlahnya terbanyak dalam satu gelombang. 

Banyaknya lulusan yang diwisuda pada Oktober ini menunjukkan semakin banyaknya mahasiswa yang lulus tepat waktu. Hal ini merupakan indikator semakin baiknya layanan akademik dan nonakademik para pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan kepada para mahasiswa selama menempuh pendidikan di UPI. 

Prof Asep Kadarohman menambahkan, dampak dari Revolusi Industri 4.0 sudah sangat menyebar ke berbagai aspek kehidupan. Dampak tersebut juga menjalar ke dalam dunia pendidikan secara luas.

Dampak tersebut telah menimbulkan perubahan besar pada kehidupan manusia, sehingga mengubah tatanan yang sudah ada secara mendasar dan menimbulkan pola atau tatanan baru, dengan istilah disrupsi. 

Paling sedikit ada dua perubahan mendasar akibat dari Revolusi Industri 4.0 yaitu pergerakan yang cepat dunia industri dan persaingan kerja tidak lagi linear. 

"Menghadapi era ini menuntut kita untuk berubah atau punah. Dampak yang paling terasa dalam dunia pendidikan adalah penggunaan teknologi sebagai alat proses dan sumber dalam pembelajaran," ucapnya.

Munculnya berbagai inovasi dalam aplikasi teknologi, katanya, menumbuhkan banyak inspirasi yang mendorong perubahan tatanan baru di bidang pendidikan. Misalnya, Massive Open Online Course (MOOC) adalah inovasi pembelajaran daring yang dirancang terbuka, dapat saling berbagi dan saling terhubung atau berjejaring satu sama lain. 

"Artificial Intelligence (AI) mesin kecerdasan buatan yang dirancang untuk melakukan pekerjaan yang spesifik dalam membantu keseharian manusia. Di bidang pendidikan, AI akan membantu pembelajaran yang bersifat individual," tambahnya.

Menurut Prof Asep Kadarohman, hadirnya era disrupsi ini merupakan tantangan besar bagi pendidikan, khususnya Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Tidak ada pilihan lain, selain songsong era ini dengan kompetensi yang dibutuhkan saat ini. 

Tatanan proses pembelajaran yang sudah lama digunakan akan berubah total. Ruang kelas mengalami evolusi dengan pola pembelajaran digital yang memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih kreatif, partisipatif, beragam, dan menyeluruh. 

Machine learning akan banyak membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran terutama yang berhubungan dengan hal-hal yang menyangkut hafalan, hitungan, hingga pencarian sumber informasi. 

"Guru perlu untuk memulai mengubah cara mengajar, meninggalkan cara-cara lamanya serta fleksibel dalam memahami hal-hal baru dengan lebih cepat," katanya.

Guru memiliki peran penting dalam melakukan kontekstualisasi informasi dan bimbingan terhadap siswa dalam penggunaan praktis diskusi daring.

Peran guru harus berevolusi dari sebagai sumber belajar atau pemberi pengetahuan menjadi mentor, fasilitator, motivator, bahkan inspirator mengembangkan imajinasi, kreativitas, karakter, serta team work yang dibutuhkan pada masa depan.

Dalam menghadapi era disrupsi, UPI secara terus menerus melakukan penataan dan pembenahan, seperti penerapan pembelajaran berbasis digital, pembukaan program studi kekinian, penerapan kurikulum baru tahun 2018, dan perbaikan infrastruktur bantuan Asia Development Bank (ADB). 

Untuk menghadapi perubahan era disrupsi perlu ada perubahan pola pikir dan pola tindak yang dibarengi oleh usaha keras dan berkelanjutan. Wisuda merupakan salah satu gerbang menuju perubahan itu. 

"Modal dasar yang sudah dimiliki oleh kalian, akan dipertaruhkan dan disumbangkan dalam membangun dunia pendidikan dan pengembangan bidang-bidang lainnya sesuai dengan disiplin ilmu yang dipelajari. Jadilah agen kepeloporan dan keunggulan yang tercermin dalam pikiran, sikap, dan tindakan sebagai alumni UPI," pesannya. (okky adiana)


Editor : suroprapanca