Profil Saiful Hidayat, Dari Telkom Jadi Dirut BPJS Ketenagakerjaan

Sebelum diangkat menjadi Dirut BPJS Ketenagakerjaan, ia dikenal sebagai Senior Principal Expert di PT Telkom Indonesia Tbk

Profil Saiful Hidayat, Dari Telkom Jadi Dirut BPJS Ketenagakerjaan
Profil Saiful Hidayat, Dari Telkom Jadi Dirut BPJS Ketenagakerjaan

INILAHKORAN.ID - Saiful Hidayat resmi menjabat sebagai Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan untuk masa bakti 2026–2031. 

Penunjukan ini terjadi setelah pelantikan jajaran Direksi baru yang diumumkan pemerintah dan mendapat sorotan publik karena latar belakangnya yang kuat di sektor korporasi dan transformasi digital.

Di bawah kepemimpinannya, BPJS Ketenagakerjaan diperkirakan akan mengalami penyegaran strategi, terutama dalam memperluas perlindungan sosial bagi pekerja di seluruh Indonesia.

Latar Belakang Pendidikan dan Karier

Saiful Hidayat bukan berasal dari latar kesehatan atau birokrasi tradisional, melainkan memiliki rekam jejak panjang di dunia korporasi.

Sebelum diangkat menjadi Dirut BPJS Ketenagakerjaan, ia dikenal sebagai Senior Principal Expert di PT Telkom Indonesia Tbk, perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia.

Di sana, Saiful menempati berbagai posisi strategis yang mencakup pengelolaan kinerja bisnis, perencanaan operasional, dan transformasi organisasi digital. Pengalaman ini dianggap sangat relevan untuk membantu BPJS Ketenagakerjaan meningkatkan layanan digitalnya dan memperluas akses perlindungan pekerja di era teknologi.

Strategi Kepemimpinan: Fokus 3C

Setelah resmi menjabat Direktur Utama, Saiful memperkenalkan strategi kerja yang disebut 3C, yakni:

Coverage – memperluas cakupan perlindungan bagi pekerja, termasuk pekerja informal dan sektor kurang terlayani.

Care – meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Credibility – memperkuat kepercayaan publik melalui pengelolaan data, proses yang transparan, serta kepatuhan terhadap standar nasional.

Strategi ini menjadi landasan kerja Saiful untuk mengubah arah layanan sosial ketenagakerjaan agar lebih responsif terhadap kebutuhan angkatan kerja modern.


Editor : Firda Rachmawati