INILAHKORAN, Ngamprah - Program Jemput Bola Gerakan Adminduk Disabilitas (Jebol Gadis) yang diinisiasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus bergulir.
Seperti diberitakan sebelumnya, program Jebol Gadis merupakan pelayanan Adminduk bagi masyarakat disabilitas dengan sistem jemput bola.
Kadisdukcapil KBB, Hendra Trismayadi menjelaskan, pelayanan Adminduk tersebut dilakukan dengan mendatangi langsung Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di wilayah KBB.
"Kita bakal mengunjungi seluruh SLB di KBB yakni sebanyak 18 sekolah yang tersebar di 16 kecamatan dengan total sebanyak 1099 siswa," katanya saat ditemui, Kamis 21 April 2022.
Sejauh ini, terang dia, animo para siswa penyandang disabilitas maupun orang tua bahkan pihak sekolah menyambut baik kegiatan pelayanan adminduk tersebut.
"Kita memberikan pelayanan perekaman e-KTP, akte kelahiran, KK dan KIA. Ini juga sebagai upaya agar warga disabilitas dipastikan terdata oleh pemerintah," terangnya.
Menurutnya, pendataan tersebut sangat penting guna memenuhi haknya sebagai warga negara. Terlebih warga penyandang disabilitas tersebut telah memiliki hak suara.
"Jika belum usia 17 tahun kita buatkan KIA, kalau yang sudah 17 tahun kita buatkan KTP. Ini juga untuk memastikan haknya sebagai warga negara diperoleh," tuturnya.
Ia menambahkan, seluruh pihak bisa berperan aktif, terutama orang tua dan sekolah terkait kelengkapan adminduk warga penyandang disabilitas ini.
"Pemerintah hadir bagi warga disabilitas melalui program pelayanan adminduk jemput bola di seluruh SLB yang ada di Kabupaten Bandung Barat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala SLB Assakinah, Agus Iswandi mengaku, melalui program tersebut pihaknya menyambut baik lantaran sangat membantu sekolah dalam pendataan siswa.
"Karena Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mempunyai hak yang sama dan memperbaiki keinginan sama seperti warga lainnya," ujarnya.*** (agus satia negara).