Progres Tol Dalam Kota, Pemkot Bandung Usulkan Jalan Bawah Tanah

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar pertemuan bersama PT. Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ) pada Rabu (2/1) terkait tindak lanjut pembuatan tol dalam kota atau North-South Link (NS Link) di K

Progres Tol Dalam Kota, Pemkot Bandung Usulkan Jalan Bawah Tanah

INILAH, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar pertemuan bersama PT. Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ) pada Rabu (2/1) terkait tindak lanjut pembuatan tol dalam kota atau North-South Link (NS Link) di Kota Bandung akhirnya

PT. CMLJ telah bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi untuk menggarap pembuatan tol dalam kota ini.

Wali Kota Bandung, Oded Muhammad Danial mengatakan dalam pertemuan tersebut masih dalam proses pembahasan awal. Dia menyebut Pemkot Bandung mengusulkan agar di ruas tol dalam kota tersebut dibuatkan underpass atau jalan bawah tanah.

"Temen-temen mengusulkan dari Laswi sampai akhir kita usulkan jadi underpass,‎" kata Oded di Plaza Balai Kota, Jalan Wastukencana, Bandung, Rabu (2/1).

Pembuatan tol dalam kota ini direncanakan bakal dibuat dengan sistem 'elevated road' atau melayang menyusuri jalanan di Kota Bandung yang sudah ada saat ini. Bermula dari Tol Pasir Koja, kemudian lurus dan berbelok ke Jalan Lingkar Selatan dan menyusuri jalanan tersebut hingga di Jalan Laswi berbelok menuju Jalan Sukabumi untuk selanjutnya masuk ke Jalan Supratman dan berakhir di sekitar Pusda'i.

Menurut Oded, jalan tol dalam kota ini juga direncanakan terintegrasi dengan proyek pembuatan Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR), yakni ‎jalan tol dalam kota yang menyusuri Tol Pasteur ke arah timur hingga Ujung Berung dan terintegrasi ke tol Purbaleunyi di KM 149, wilayah Gedebage.

"Nanti panjangnya 14,3 meter,‎ pembebasan lahan kecil jadi diambil di atas exixting jalan yang sudah ada. Nanti kita membangun tol supaya terintegrasi kan perlu waktu, kalau ga dimulai kapan lagi, jadi ya dari sekarang‎," ujarnya.

Oded memaparkan Pemkot Bandung juga sudah membentuk tim kecil yang berisikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dengan pembuatan jalan tol dalam kota ini. Selanjutnya, tim kecil inilah yang akan terus berkoordinasi dengan PT. CMLJ dalam rangka proses pembangunan.

"Barusan diskusi cukup baik, sekarang tahapan baru mempersiapkan dukung perijinan amdal, lalin segala macam, termasuk RTRW (Runcana Tata Ruang Wilayah). Tahun ini masih pembahasan, mereka sih 2021 sudah mulai berfungsi, mudah-mudahan 2019 ini dimulai (pembangunan)," bebernya.

‎Oded mengungkapkan Pemkot Bandung akan banyak berperan dalam mendukung beragam legalitas. Karena sekalipun jalur yang dipakai sebagian besarnya merupakan ruas jalan milik Pemprov Jabar, namun dipastikan akan turut menyinggung sejumlah lahan milik Pemkot Bandung.

"Tentu perijinan, walaupun jalan Pemprov itu RTRW-nya itu di kita, ini diharapkan pembangunan jalan tol bagian dari positif misi kami kelima kan partisipatif dari pihak ketiga‎," cetusnya.

Kembali ditegaskan oleh Oded bahwa pembuatan jalan tol dalam kota ini sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi masalah kemacetan di Kota Bandung. Dia berharap keberadaan tol dalam kota ini bisa menjadi alternatif baru untuk mengurai kendaraan di Kota Bandung.

‎"Untuk transportasi masal kan sekarang ada tambahan 15 bus, dan kalau semua pakai anggaran kota bandung tida mampu. Infrastruktur dikerjakan, tapi program transportasi masal kita tetap lakukan," pungkasnya.


Editor : inilahkoran