Proses Identifikasi Korban Ambruk Ponpes Al Khoziny: Dua Jenazah Terungkap, 11 Kantong Masih Misteri

Proses Identifikasi Korban Ambruk Ponpes Al Khoziny: Dua Jenazah Terungkap, 11 Kantong Masih Misteri

Proses Identifikasi Korban Ambruk Ponpes Al Khoziny: Dua Jenazah Terungkap, 11 Kantong Masih Misteri
korban ambruknya ponpes Al Khoziny

INILAHKORAN - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur kembali berhasil mengidentifikasi dua jenazah tambahan korban ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo. Dengan temuan terbaru ini, total korban yang telah teridentifikasi mencapai 53 orang dari 67 kantong jenazah yang diterima tim forensik.

Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol M. Khusnan Marzuki, menjelaskan bahwa dua kantong jenazah tersebut berhasil teridentifikasi setelah melalui proses pencocokan DNA, medis, dan data antemortem yang diserahkan oleh keluarga korban.

“Dua kantong jenazah ini cocok dengan dua nomor antemortem,” ujar Khusnan di RS Bhayangkara Surabaya, Minggu (12/10).

Adapun dua jenazah yang berhasil dikenali yakni:

  • Ahmad Haikal Fadil Al Fatih (12 tahun), warga Dusun Timur Leke, Sendang Darjah, Labang, Bangkalan. Ia teridentifikasi melalui hasil pemeriksaan DNA dan medis yang sesuai dengan nomor antemortem 003.

  • Syamsul Arifin (18 tahun), warga Dusun Badang, Telaga, Galis, Bangkalan, yang teridentifikasi berdasarkan hasil DNA, medis, serta properti pribadi dengan nomor antemortem 059.

Meski sebagian besar korban telah teridentifikasi, tim DVI masih menghadapi tantangan besar dalam mengungkap sisa korban lainnya. Saat ini, masih terdapat 11 kantong jenazah yang belum diketahui identitasnya.

“Dari 11 kantong jenazah itu, ada beberapa berisi potongan tubuh (body part). Namun jumlah pastinya masih menunggu hasil uji DNA,” kata Khusnan.

Ia menambahkan, proses identifikasi lanjutan ini memerlukan waktu lebih lama karena kondisi jenazah yang tidak utuh dan minimnya tanda pengenal. Oleh karena itu, tim DVI hanya bisa mengandalkan hasil pemeriksaan DNA yang kini tengah diproses di Jakarta.

“Kami berharap hasilnya bisa segera keluar. Proses alamiah pada jenazah menyebabkan waktu identifikasi kali ini lebih panjang dibandingkan sebelumnya,” tuturnya.

Khusnan juga menyampaikan harapan agar seluruh korban dapat segera teridentifikasi, sehingga pihak keluarga dapat memperoleh kepastian dan melakukan prosesi pemakaman dengan layak.


Editor : Firda Rachmawati