Proyek Konstruksi Lesu, Alat Berat PUTR Kabupaten Bandung Sepi Penyewa
Lesunya sektor konstruksi mulai berdampak pada pendapatan daerah. Dinas PUTR Kabupaten Bandung mengakui usaha penyewaan alat berat milik pemerintah menurun.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Lesunya sektor konstruksi dalam dua tahun terakhir mulai berdampak pada pendapatan daerah. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung mengakui usaha penyewaan alat berat milik pemerintah mengalami penurunan permintaan akibat minimnya proyek pembangunan.
Sekretaris Dinas PUTR Kabupaten Bandung Deni Gunawan mengatakan, selama ini instansinya mendapat target pendapatan asli daerah (PAD) dari penyewaan sejumlah alat berat seperti steam roller, backhoe, hingga dump truck.
Menurutnya, alat berat milik Dinas PUTR memiliki dua fungsi. Selain disewakan kepada pihak swasta sebagai sumber PAD, peralatan tersebut juga digunakan untuk mendukung penanganan bencana dan kegiatan sosial.
"Alat-alat berat yang kami punya biasanya digunakan untuk dua keperluan. Pertama disewakan kepada pihak swasta dan kedua untuk bantuan sosial, misalnya saat terjadi bencana," kata Deni kepada INILAHKORAN.ID, Rabu (1/7/2026).
Namun, Deni mengungkapkan, pendapatan dari sektor penyewaan alat berat terus menurun dalam dua tahun terakhir. Kondisi tersebut dipicu berkurangnya proyek konstruksi, baik yang dibiayai pemerintah maupun swasta.
Dia menilai kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat maupun daerah membuat banyak pekerjaan konstruksi tertunda. Dampaknya, kebutuhan penyewaan alat berat ikut merosot.
"Pekerjaan konstruksi dari pemerintah berkurang karena efisiensi anggaran. Untuk proyek swasta, seperti pembangunan perumahan oleh developer, juga masih sepi," ujarnya.
Selain minimnya proyek, Dinas PUTR juga harus menghadapi persaingan dengan perusahaan penyewaan alat berat milik swasta yang menawarkan harga lebih kompetitif.
"Kami juga harus bersaing dengan penyedia alat berat swasta. Kalau harga mereka lebih murah, meskipun kontraktornya mengerjakan proyek pemerintah, mereka tetap memilih sewa ke swasta. Itu wajar karena konsumen pasti mencari harga yang paling murah dan terbaik," katanya.
Meski dihadapkan pada kondisi tersebut, Deni tetap optimistis target PAD dari sektor penyewaan alat berat masih dapat tercapai hingga akhir tahun.
Dia mengaku belum mengingat secara pasti besaran target PAD yang dibebankan kepada Dinas PUTR Kabupaten Bandung. Namun, nilainya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
"Saya kurang hafal angka pastinya, tapi seingat saya targetnya beberapa ratus juta rupiah," ujarnya.
Editor : Doni Ramdhani

