Cuaca Berkabut Hambat Operasi SAR, Basarnas Tambah Alat Berat
Basarnas menambah empat alat berat untuk operasi SAR hari kelima di lokasi longsor Kecamatan Cisarua, namun pencarian hari ini terkendala kabut tebal
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Badan SAR Nasional (Basarnas) menambah alat berat dalam operasi SAR kelima korban bencana longsor Pasirlangu, Cisarua, KBB.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Y Bramantyo, mengungkapkan pencarian korban longsor masih difokuskan pada beberapa titik prioritas yang dinilai memiliki potensi keberadaan korban.
Dari total lima sektor pencarian, tim saat ini memusatkan operasi di sektor A1, A2, B2, serta menambah area pencarian baru di sektor A3 yang berada di wilayah ketinggian.
Untuk mempercepat proses evakuasi, Basarnas menambah dukungan alat berat di lokasi kejadian. Tambahan empat unit ekskavator didatangkan ke lokasi pada hari kelima, sehingga total alat berat yang digunakan dalam operasi pencarian kini mencapai 17 unit.
Namun, lanjut Bramantyo, kondisi cuaca sejak malam hari hingga pagi masih diselimuti kabut tebal dan awan mendung. Situasi tersebut membuat pergerakan personel tidak bisa dilakukan secara maksimal demi menjaga keselamatan tim di lapangan.
“Pergerakan personel kami sesuaikan dengan kondisi cuaca. Jika sudah memungkinkan, tim akan kembali didorong untuk melakukan pencarian ke area yang lebih tinggi,” ujarnya.
Berdasarkan laporan terakhir, hingga Selasa sore pukul 18.07 WIB, tim SAR gabungan telah mengevakuasi delapan kantong jenazah. Sementara itu, sekitar 32 korban lainnya masih dalam pencarian dan menjadi fokus utama operasi SAR hari kelima.
Basarnas memastikan proses pencarian akan terus dilakukan secara intensif dengan mengedepankan keselamatan personel serta memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.
Editor : Ahmad Sayuti

