Update Pencarian Longsor Pasirlangu, dari 92 Kantong Jenazah, 67 Teridentifikasi

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan, pos DVI telah menerima 92 kantong jenazah korban longsor Pasirlangu.

Update Pencarian Longsor Pasirlangu, dari 92 Kantong Jenazah, 67 Teridentifikasi
Pencarian hari ke-12 korban longsor di Pasrilangu Cisarua, TIM Sar Gabungan mendapatkan 92 kantong jenazah dan 67 sudah teridentifikasi.

INILAHKORAN.ID  –  pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah memasuki hari ke-12. 

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan, pos Divisi Identifikasi Korban (DVI) telah menerima sebanyak 92 kantong jenazah korban longsor Pasirlangu, Cisarua.
 
Dari jumlah tersebut, sebanyak 67 korban berhasil diidentifikasi. Menariknya, empat kantong di antaranya terbukti berisi sisa dua individu berbeda. 

"Tapi ada satu kantong jenazah dinyatakan bukan berasal dari kejadian longsor ini setelah diperiksa tim forensik," kata Hendra, Rabu 4 Februari 2026. 

"Itu karena diperkirakan sudah lebih dari satu tahun dan diduga berasal dari makam keluarga yang terdampak longsor dengan bagian yang ditemukan hanya berupa paha dan kaki," sambungnya.
 
Seluruh jenazah yang sebelumnya berada di RSUD Cibabat, yakni sebanyak 15 korban, ungkap Hendra, kini telah dipindahkan ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk menjalani pemeriksaan DNA sebagai bagian dari proses identifikasi lanjutan. 

Sementara itu, tujuh kantong jenazah lainnya masih berada di pos DVI untuk pemeriksaan postmortem dan antemortem.
 
"Insyaa Allah malam ini akan dilakukan rekonsiliasi data, dan pembaruan informasi akan disampaikan besok pagi," bebernya.
 
Lebih lanjut Hendra mengugkapkan, tim SAR gabungan menghadapi dua kendala utama, yakni kondisi jenazah yang mengalami pembusukan membuat proses identifikasi semakin sulit dan cuaca yang kerap diguyur hujan menyebabkan air meresap ke pasir dan lumpur di lokasi longsor

"Alhasil evakuasi tetap harus menggunakan alat berat untuk menjangkau area yang tertimbun," imbuhnya.
 
Kendati begitu, pihaknya meyakini seluruh korban masih dapat diidentifikasi dengan teknik dan taktik yang diterapkan tim DVI, termasuk melalui pemeriksaan DNA. ***


Editor : Ahmad Sayuti