Infrastruktur BRT Bandung Raya Sudah Siap, Tahap Konstruksi Segera Dimulai
Pembangunan bus rapid transit BRT Bandung Raya di Kota Bandung saat ini sudah berada pada tahap siap konstruksi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pembangunan bus rapid transit BRT Bandung Raya di Kota Bandung saat ini sudah berada pada tahap siap konstruksi.
Kepala Dishub Kota Bandung Rasdian Satriadi mengatakan, depo BRT Bandung Raya yang menjadi pusat operasional proyek siap dibangun. Proses lelang dan paket pekerjaan sudah lengkap sehingga secara teknis proyek bisa segera berjalan.
“Depo BRT Bandung Raya kami di Cicaheum dan Leuwipanjang sudah siap dibangun sejak awal. Jadi proyek ini sudah berada di tahap siap dilaksanakan. Semua persiapan administrasi seperti lelang dan paket pekerjaan juga sudah kami selesaikan,” kata Rasdian, Sabtu 31 Januari 2026.
Ia menjelaskan, pembangunan BRT Bandung Raya di Kota Bandung akan berjalan bertahap hingga 2027. Dari 18 koridor yang direncanakan, enam koridor sudah ada sebelumnya. Sedangkan 12 koridor lainnya merupakan jalur baru yang akan dibangun.
“Kami menargetkan dalam beberapa tahun ke depan, sekitar enam sampai 18 koridor sudah bisa mulai beroperasi secara bertahap,” ucapnya.
Untuk jalur khusus atau on corridor, sepanjang 21 kilometer sedang dipersiapkan. Jalur itu akan memiliki lajur sendiri untuk bus BRT, mirip sistem TransJakarta meski dengan pembatas yang lebih sederhana.
Jalur khusus akan dibangun di ruas jalan utama seperti di Jalan Sudirman, Rajawali, Pasir Koja, Tegallega, Otto Iskandardinata, Dewi Sartika, Banceuy, Naripan dan Ahmad Yani dan jalan lainnya.
“Pembangunan jalur on corridor sedang dalam proses perencanaan, terutama untuk halte dan separatornya. Berdasarkan informasi dari PPK Kementerian Perhubungan, konstruksi jalur khusus ini dijadwalkan mulai Februari,” ucapnya.
Rasdian menyebut, jalur khusus disiapkan selebar tiga meter menyesuaikan lebar bus BRT Bandung Raya yang sekitar 2,5 hingga 2,8 meter dan mayoritas berada di lajur kiri jalan. Sementara itu, pembangunan jalur off corridor termasuk halte-halte di Jalan Ir H Djuanda dimulai lebih dahulu.
Menurutnya, fokus awal tersebut bertujuan agar masyarakat bisa mulai merasakan layanan BRT meskipun jalur on corridor belum rampung.
“Mengenai armada, kami menargetkan hingga 2029 hampir 400 unit bus BRT Bandung Raya khusus tersedia untuk melayani masyarakat. Dengan infrastruktur dan armada yang memadai, BRT akan menjadi tulang punggung transportasi massal di Kota Bandung,” ujar dia.
Editor : Doni Ramdhani

