Pemkab Bandung Barat Siapkan Rp3,8 Miliar untuk Dukung Operasional BRT Bandung Raya

Pemkab Bandung Barat menyiapkan dukungan anggaran dan infrastruktur pendukung penuh bagi beroperasinya BRT Bandung Raya di wilayahnya. 

Pemkab Bandung Barat Siapkan Rp3,8 Miliar untuk Dukung Operasional BRT Bandung Raya
Jajaran Forkopimda KBB tengah meninjau langsung titik kepadatan kendaraan di kawasan Kereta Cepat Whoosh Padalarang. (agus satia negara)

INILAHKORAN.ID - Sebagai upaya untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sejumlah titik strategis, Pemkab Bandung Barat menyiapkan dukungan anggaran dan infrastruktur pendukung penuh bagi beroperasinya Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya di wilayahnya. 

Dua fasilitas utama telah dipastikan, yakni depo kendaraan di kawasan Gedong Lima, Kecamatan Padalarang yang lokasinya strategis berdekatan dengan Stasiun Kereta Cepat Whoosh Padalarang, serta terminal penumpang di kawasan Kota Baru Parahyangan (KBP). 

Uji coba layanan itu bahkan telah dilakukan pada tahun sebelumnya saat masa Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin.

Sekda KBB Ade Zakir Hasyim menjelaskan, BRT Bandung Raya bakal beroperasi memanfaatkan jalur jalan arteri yang sudah ada, bukan membangun jalur khusus baru. 

Dia menuturkan, sepanjang koridor yang dilintasi akan dipasang halte on-corridor dan marka pemberhentian sebagai titik naik-turun penumpang. 

"Sesuai kesepakatan, jalurnya menggunakan jalan eksisting dan tidak ada jalur khusus. Namun, di sepanjang rute akan disiapkan halte on-corridor serta marka sebagai tempat pemberhentian bus," jelasnya, Sabtu (31/10/2026). 

Ade menyebut, jalur ini bakal melintasi sejumlah titik rawan kemacetan seperti Simpang Cimareme dan Simpang Tol Padalarang yang selama ini menjadi keluhan warga.

Dia mengungkapkan, dukungan anggaran pun telah dipersiapkan secara bertahap melalui skema pembiayaan bersama atau cost sharing dalam bentuk hibah untuk Penyelenggaraan Pelayanan Umum (PSO). 

"Tahun sebelumnya, Pemkab Bandung Barat telah mengalokasikan Rp1.888.619.426," ungkapnya.

Kemudian pada 2026 ini, lanjut Ade, melalui APBD Perubahan, ditambah kembali sebesar Rp1.936.518.705.

"Secara kumulatif, total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp3.825 miliar," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani