Pemkab Bandung Barat Jemput Warga Selamat dari Musibah Kapal Virgo

Pemkab Bandung Barat menjemput dan mendampingi Faisal Weskurni, warga Sindangkerta yang selamat dari musibah Kapal VIRGO, hingga tiba di rumah.

Pemkab Bandung Barat Jemput Warga Selamat dari Musibah Kapal Virgo

INILAHKORAN.ID– Kehadiran pemerintah daerah di tengah musibah dirasakan langsung keluarga Faisal Weskurni (25), warga Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang selamat dari peristiwa tenggelamnya Kapal VIRGO.

Atas arahan kepala daerah, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengerahkan tim khusus untuk menjemput, mendampingi, sekaligus memastikan kepulangan Faisal berlangsung aman hingga tiba di rumah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB Yoppie Indrawan memimpin langsung proses tersebut bersama Camat Sindangkerta.

Faisal sebelumnya berangkat seorang diri dari KBB menuju Kalimantan Tengah untuk bekerja di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan kontrak kerja selama satu tahun. Namun, perjalanannya terhenti setelah ia terjebak dalam musibah pelayaran Kapal VIRGO.

"Langkah pertama yang dilakukan pemerintah adalah memfasilitasi penuh tiket kepulangan Faisal dari lokasi evakuasi menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang," kata Yoppie, Senin (21/9/2026).

Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, tim pendamping Pemkab Bandung Barat tidak langsung melepas Faisal. Pendampingan dilanjutkan dengan perjalanan menggunakan Kereta Cepat Whoosh menuju Bandung.

Dari Bandung, tim kemudian mengantar Faisal hingga ke kediaman keluarganya di Kampung Parakan Tolok, Desa Wangunsari.

Yoppie menjelaskan, pendampingan tersebut tidak sekadar memastikan kepulangan secara fisik, tetapi juga menjadi bagian dari pemantauan kondisi korban setelah mengalami musibah.

"Kami pastikan kondisi beliau dalam keadaan sehat, aman, dan siap berkumpul kembali bersama keluarga," jelasnya.

Menurut Yoppie, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah terhadap warganya, termasuk mereka yang sedang bekerja atau berada di luar wilayah KBB.

"Ini bukti nyata setiap warga Kabupaten Bandung Barat, di mana pun berada, menjadi tanggung jawab pemerintah daerah," tegasnya.

Soroti Perlindungan Pekerja Perantauan

Yoppie menuturkan, peristiwa yang dialami Faisal juga menjadi pengingat mengenai kerentanan para pencari kerja yang harus merantau ke luar daerah.

Faisal diketahui berangkat seorang diri tanpa didampingi keluarga dan sepenuhnya bergantung pada kesepakatan kerja yang telah dijalin sebelumnya.

"Musibah yang menimpanya mengingatkan kembali pentingnya perlindungan menyeluruh bagi para pekerja yang merantau, mulai dari keberangkatan, selama bekerja, hingga kepulangan," tuturnya.

Yoppie menegaskan Disnakertrans KBB berkomitmen untuk terus mengawal warga Bandung Barat yang bekerja di luar daerah. Menurutnya, perlindungan terhadap pekerja tidak semestinya berhenti ketika mereka meninggalkan daerah asal.

"Ini wujud nyata kepedulian dan kehadiran pemerintah daerah. Setiap warga yang tertimpa musibah di luar daerah tetap menjadi prioritas kami untuk dibantu dan dipulangkan," tegasnya.***


Editor : JakaPermana