Transformasi Logistik Hijau, VDNI Operasikan 69 Unit Alat Berat Bertenaga Listrik
VDNI secara bertahap melakukan transformasi logistik hijau melalui program elektrifikasi kendaraan alat berat di kawasan smelter Morosi, Sulawesi Tenggara.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) secara bertahap melakukan transformasi logistik hijau melalui program elektrifikasi kendaraan alat berat dan material handling di kawasan smelter Morosi, Sulawesi Tenggara.
Corporate Affairs Manager VDNI Adam Rumanda mengatakan, total sebanyak 69 unit ekskavator, loader, dan dump truck berbasis tenaga listrik telah dioperasikan VDNI di Site Morosi.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi salah satu bagian dari strategi dekarbonisasi VDNI yaitu mengurangi emisi karbon dari kegiatan operasional, meningkatkan efisiensi energi, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik.
"Perusahaan memiliki visi-misi yang sama dengan tujuan jangka panjang pemerintah Indonesia dalam pengendalian emisi karbon industri," kata Adam dikutip dari Antara, Selasa (29/9/2026).
Hingga saat ini, pihaknya telah mengoperasikan total 69 unit kendaraan alat berat dan material handling berbasis tenaga listrik yang terdiri atas 16 unit ekskavator dan 13 unit loader, dengan nilai investasi sekitar Rp45 miliar.
Selain itu, sebanyak 40 unit dump truck yang dioperasikan pihak eksternal turut digunakan untuk mending proses pengangkutan bijih nikel dan batu bara dari jetty (pelabuhan khusus) menuju area smelter, guna memastikan kelancaran dan keandalan pasokan bahan baku produksi.
Dibandingkan dengan penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil, penggunaan kendaraan alat berat dan material handling bertenaga listrik memberikan manfaat tersendiri yaitu tidak adanya emisi gas buang secara langsung dari kendaraan selama pengoperasian serta tingkat kebisingan yang lebih rendah.
Inisiatif elektrifikasi kendaraan alat berat dan material handling yang dilakukan perusahaan sejalan dengan arah kebijakan pemerintah Indonesia dalam mendorong dekarbonisasi industri.
Berdasarkan Decarbonization Roadmap of Indonesia Nickel Industry oleh Kementerian PPN/Bappenas, pemerintah menargetkan penurunan emisi pada industri nikel hingga 81 persen pada 2045 melalui berbagai langkah transformasi, termasuk peningkatan efisiensi energi dan penggunaan teknologi yang lebih rendah emisi.
Dikatakan, pihaknya melihat bahwa pengendalian emisi karbon dan efisiensi penggunaan energi merupakan faktor kunci dalam strategi dekarbonisasi di Smelter Morosi, yang mana salah satu fokusnya adalah Low-Carbon Electricity & Electrification.
Penerapan Low-Carbon Electricity & Electrification oleh perusahaan dimulai dengan meningkatkan penggunaan kendaraan alat berat dan material handling bertenaga listrik untuk aktivitas operasional di kawasan smelter.
Kendaraan alat berat berbasis tenaga listrik yang digunakan antara lain berupa excavator, loader dan dump truck untuk mendukung sejumlah kegiatan operasional, mulai dari pengangkutan bahan baku, persiapan bahan baku untuk proses produksi feronikel, hingga pencampuran batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik.
Editor : Doni Ramdhani

