Keterbatasan Alat Berat, Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon Janji Kawal Pengadaan Beko DLH
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon Anton Maulana mengaku terkejut usai mengetahui kondisi alat berat milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon yang dinilai sudah uzur.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon Anton Maulana mengaku terkejut usai mengetahui kondisi alat berat milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon yang dinilai sudah uzur.
Anton mengaku baru mengetahui selama lebih dari sembilan tahun terakhir DLH Kabupaten Cirebon rutin mengajukan bantuan pengadaan beko baru ke Pemprov Jabar maupun pemerintah pusat. Namun, seluruh pengajuan tersebut selalu ditolak.
Padahal, menurut Anton keberadaan alat berat yang layak pakai sangat dibutuhkan mengingat volume sampah di Kabupaten Cirebon tergolong tinggi. Ia pun berjanji Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon akan mengawal pengajuan bantuan beko agar dapat terealisasi pada tahun anggaran mendatang.
"Kami akan berupaya mengawal pengajuan DLH sampai berhasil, karena ini menyangkut pelayanan dasar dan lingkungan, " kata Anton, Kamis 22 Januari 2026.
Pernyataan senada disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon Lukman Hakim. Ia menegaskan komitmen Komisi III untuk mengawal pengajuan pengadaan beko hingga DLH Kabupaten Cirebon memiliki alat berat baru pada tahun depan.
Sementara itu, Sekretaris DLH Kabupaten Cirebon Fitroh mengungkapkan keterbatasan alat berat menjadi persoalan klasik di tengah tumpukan sampah yang menggunung di dua Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik Pemkab Cirebon.
Menurutnya, DLH telah mengajukan permohonan bantuan beko sejak 2016 hingga 2025, namun belum pernah disetujui.
"Setiap tahun kami ajukan, baik ke provinsi maupun pusat, tapi sampai sekarang belum ada satu pun yang disetujui” ujar Fitroh.
Saat ini, DLH Kabupaten Cirebon memiliki empat unit alat berat bekas dengan kondisi sedang, namun kerap mengalami kerusakan. alat berat tersebut terdiri dari satu unit beko PC 130, dua unit PC 200, serta dua unit PC 45. Satu unit PC 45 disiagakan di TPA Kubangdeleg, sementara satu unit lainnya digunakan berkeliling desa.
Adapun PC 130 dan PC 200 difokuskan untuk operasional di TPA Gunung Santri. Fitroh menyebut alat berat tersebut juga sering diminta bantuan oleh pemerintah desa untuk menangani persoalan sampah di wilayah masing-masing. Namun, usia alat berat yang sudah tua membuat biaya perawatan membengkak dan menggerus anggaran operasional DLH.
"Kalau alat beratnya baru, biaya perawatan setahun tidak sampai Rp50 juta. Tapi karena ini bekas, kerusakannya sering dan biayanya jadi besar,” katanya.
Berdasarkan data dari DLH menyebutkan, pihaknya hanya memiliki satu unit beko PC 200 yang tergolong relatif baru, yakni keluaran tahun 2020.
Sedangkan unit lain sisanya merupakan keluaran tahun 2019 ke bawah. Harga satu unit beko PC 200 baru saat ini diperkirakan mencapai Rp2 miliar, angka yang dinilai sulit dijangkau jika hanya mengandalkan APBD Kabupaten Cirebon.
Editor : Doni Ramdhani


