PSSI Kota Tasikmalaya Hentikan Turnamen U-40, Siapkan Laga Amal untuk Almarhum Pemain

Piala Ketua PSSI Kota Tasikmalaya Antar-Kecamatan U-40 2026 berakhir lebih cepat. Panitia memutuskan menghentikan turnamen usai pemain meninggal dunia.

PSSI Kota Tasikmalaya Hentikan Turnamen U-40, Siapkan Laga Amal untuk Almarhum Pemain
Ketua PSSI Kota Tasikmalaya Wahid saat melayat ke rumah duka. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Piala Ketua PSSI Kota Tasikmalaya Antar-Kecamatan U-40 2026 berakhir lebih cepat dari rencana. PSSI Kota Tasikmalaya memutuskan menghentikan turnamen setelah salah seorang pemain meninggal dunia ketika membela Kecamatan Cibeureum di Stadion Dadaha, Minggu (20/9/2026).

pemain tersebut yakni Ahid Ali Hasbi (43), warga Negla Kaler, Kelurahan Setiajaya, Kecamatan Cibeureum. Ia meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami kondisi darurat ketika pertandingan babak delapan besar melawan Kecamatan Kawalu memasuki babak kedua.

Ketua PSSI Kota Tasikmalaya, H. Wahid, mengatakan penghentian kompetisi merupakan hasil pembicaraan dengan perwakilan tim yang masih mengikuti turnamen.

Menurut dia, para peserta sepakat mengutamakan suasana duka dan mengembalikan tujuan awal kompetisi sebagai ajang silaturahmi antarkecamatan.

"Tujuan awalnya silaturahmi, tidak ada gengsi ataupun prestasi," kata Wahid, Senin, (21/9/2026).

Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian pertandingan yang sebelumnya telah memasuki fase delapan besar.

Sebelum turnamen dihentikan, Ahid mengalami kondisi darurat di lapangan. Peristiwa berlangsung sekitar pukul 11.30 WIB pada awal babak kedua.

Wahid yang berada di lokasi pertandingan menyebut Ahid sebelumnya sempat mengoper bola kepada rekannya. Tidak lama kemudian, pemain berusia 43 tahun itu terjatuh.

Karena lokasinya berada dekat dengan tepi lapangan, petugas medis segera memberikan pertolongan. Ahid kemudian dievakuasi ke RSUD untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Tim medis memberikan pertolongan pertama, kemudian langsung dibawa ke RSUD," ujar Wahid.

Penanganan selanjutnya dilakukan di ruang IGD. Namun, setelah mendapatkan tindakan medis, Ahid dinyatakan meninggal dunia.

Wahid mengatakan pihaknya belum menerima keterangan resmi mengenai penyebab kematian Ahid. Karena itu, ia meminta penyebabnya tidak disimpulkan berdasarkan informasi yang belum dikonfirmasi secara medis.

Tidak berhenti pada penghentian kompetisi, PSSI Kota Tasikmalaya berencana menggelar laga amal untuk mengenang Ahid sekaligus membantu keluarganya.

Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung sekitar tujuh hari setelah meninggalnya Ahid dengan format pertandingan persahabatan atau fun game.

Dana yang terkumpul dari kegiatan tersebut nantinya akan diserahkan kepada keluarga almarhum. PSSI Kota Tasikmalaya sebelumnya juga telah memberikan santunan kepada istri Ahid.

Wahid berharap kejadian tersebut menjadi pengingat bagi para pemain untuk memperhatikan kondisi fisik sebelum mengikuti pertandingan.

"Jangan sampai memaksakan diri berolahraga ketika kondisi fisik dan badan tidak fit," ujarnya.

Bagi PSSI Kota Tasikmalaya, tragedi tersebut tidak hanya menjadi alasan untuk menghentikan sebuah kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingat kembali bahwa keselamatan pemain harus menjadi perhatian dalam setiap kegiatan olahraga.


Editor : Doni Ramdhani