PSSI Panggil 76 Akun Medsos Terkait Match Fixing
INILAH, Jakarta - PSSI terus melakukan berbagai upaya untuk membongkar kasus-kasus pengaturan skor. Salah satunya, memanggil akun-akun medsos yang selama ini memposting kabar soal match fixin
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta - PSSI terus melakukan berbagai upaya untuk membongkar kasus-kasus pengaturan skor. Salah satunya, memanggil akun-akun medsos yang selama ini memposting kabar soal match fixing.
PSSI mencatat ada 76 akun media sosial yang pernah mengunggah dan menyebarkan kabar tentang pengaturan skor. Para pemilik akun ini diimbau untuk datang ke PSSI dan memberikan keterangan.
"Akun-akun ini sepertinya memiliki fakta tetapi tidak memiliki akses untuk menyampaikan temuannya kepada federasi. Jadi kami mengundang mereka. Akun-akun media sosial ini memiliki ribuan bahkan jutaan pengikut atau 'followers'. Kami membutuhkan keterangan mereka untuk pendalaman awal terhadap kasus ini," ujar Kepala Staf Ketua Umum PSSI Iwan Budianto.
PSSI, lanjut dia, berkomitmen serius menangani dugaan kasus pengaturan skor di liga Indonesia. Oleh karena itu, mereka mendukung semua hal yang berkaitan dengan usaha-usaha untuk menanggulangi tindak pidana tersebut kalau memang terbukti terjadi.
Isu dugaan pengaturan skor memang terus bergulir. Awalnya, terungkap dalam sebuah acara bincang-bincang bertajuk "Mata Najwa" di stasiun televisi swasta nasional, November 2018 lalu.
PSSI terseret ke dalam arus isu itu karena diduga ada anggotanya yang ikut "bermain". Salah satunya adalah anggota komite eksekutif PSSI periode 2016-2020 Hidayat. Dalam sidang Komite Disiplin PSSI, Hidayat terbukti berupaya suap dengan menawarkan sejumlah uang kepada klub Liga 2 Madura FC.
Hidayat pun dilarang beraktivitas di dunia sepak bola selama tiga tahun dan wajib membayar denda sebesar Rp150 juta. Selain itu, dia juga tidak diperkenankan memasuki stadion selama dua tahun.
Dugaan demi dugaan lain belum berhenti setelahnya. Bola panas menggelinding semakin jauh dan membuat PSSI merasa perlu menentukan langkah. Pihak kepolisian pun sudah memastikan akan melibatkan diri dalam penanggulangan kasus pengaturan skor tersebut.
Editor : inilahkoran

