PTM Masih Ditunda, Jumlah Guru dan Siswa yang Terpapar Capai 561 Orang

PTM di Kota Bogor ditunda hingga sepekan ke depan lantaran berdasarkan catatan Disdik terdapat 561 guru dan siswa yang positif Covid-19

PTM Masih Ditunda, Jumlah Guru dan Siswa yang Terpapar Capai 561 Orang
Disdik Kota Bogor menunda PTM hingga sepekan ke depan lantaran hingga kini sebanyak 561 guru dan siswa terkonfirmasi positif Covid-19.

INILAHKORAN, Bogor - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor menghitung jumlah guru dan siswa yang terpapar Covid-19 dimasa pandemi Covid-19  sebanyak 561 guru dan siswa positif Covid-19.

Hal ini membuat Satgas Covid-19 Kota Bogor memperpanjang penghentian sementara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Bogor hingga satu pekan ke depan.

Kepala Disdik Kota Bogor Hanafi mengatakan, data Dinas Kesehatan menunjukan angka terpapar Covid-19 guru dan siswa semakin banyak, data tersebut merupakan hasil tracing yang dilakukan Dinas Kesehatan.

Baca Juga: Lirik Lagu ILU IMU – Hati Band yang Dicover Sallsa Bintan Feat 3Pemuda Berbahaya

"Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperpanjang kebijakan penghentian PTM di Kota Bogor hingga 21 Februari 2022, seperti yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor Nomor : 03/STPC/02/2022," ungkap Hanafi pada Rabu 16 Februari 2022.

"Jadi, penghentian PTM, bukan Disdik yang menentukan, tapi Satgas Covid-19. Mungkin salah satu pertimbangannya melihat angka positif Covid-19 itu," terang Hanafi.

Hanafi memaparkan, dari total 676 orang positif Covid-19, sebanyak 441 orang tidak bergejala, 178 bergejala ringan, 36 gejala sedang dan berat dan 21 belum diketahui.

Baca Juga: Hotel Sayaga Wisata di Kabupaten Bogor Siap Beroperasi Mei 2022

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya menjelaskan, keputusan diberhentikannya PTM dilakukan lantaran kondisi yang sudah mendesak, jika PTM tetap berjalan dikhawatirkan akan menimbulkan klaster keluarga dan perkantoran.

"Terdapat kasus pada anak-anak dari sejumlah Kepala Dinas terpapar Covid-19 ketika PTM berlangsung. Hal itu yang dikhawatirkan saya, akan menimbulkan potensi lonjakan kasus Covid-19 di perkantoran. Bahkan mengganggu jalannya roda pemerintahan dan pelayanan publik," terangnya.

Bima menegaskan, jadi bukan saja menyelamatkan anak-anak, tapi juga keluarga dan kantor-kantor pemerintahan. Jadi ini langkah yang harus kami ambil, tak hanya menghentikan PTM untuk sementara Pemkot Bogor juga tengah mempercepat pemberian vaksin booster untuk guru.

Baca Juga: Cap Go Meh Bogor Street Festival Digelar Sederhana, Dedie Sebut Ini Sebagai Simbol Keberagaman

"Pada akhir pekan ini akan dilakukan vaksinasi booster massal bagi para tenaga didik dan tenaga kependidikan. Tetapi belum ada rencana untuk membuka kembali PTM, klaster (sekolah) angkanya sudah 500-an kasus," pungkasnya. (*)


Editor : inilahkoran