Pulang dari Azerbaijan dan Turki, Ini yang Akan Dilakukan Bima Arya
Wali Kota Bogor Bima Arya kembali ke tanah air pasca kunjungan kerjanya ke Turki dan Azerbaijan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya kembali ke tanah air pasca kunjungan kerjanya ke Turki dan Azerbaijan.
Bima Arya dan empat orang pendampingnya tiba pukul14.20 WIB di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (16/3/2020). Dia mengikuti seluruh prosedur yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
Pemeriksaan demi pemeriksaan diikuti Bima Arya dan rombongan. Mulai dari mengisi formulir dengan sejumlah pertanyaan, cek kesehatan hingga pemeriksaan barang bawaan.
"Kami mengisi semacam formulir saat masih dipesawat, kemudian begitu turun di cek barang bawaan kami, cek suhu tubuh kami. Saya melihat ada beberapa penumpang yang digeser ke tempat khusus, mungkin ada yang harus didalami. Tapi alhamdulillah kami lancar, terus menyempatkan shalat dulu sebelum keluar area," ungkap Bima Arya di Pendopo 6, Kecamatan Bogor Timur pada Senin (16/3/2020) malam.
Bima melanjutkan, meski tidak ada gejala yang mengarah ke arah virus Corona, Bima Arya dan empat orang pendampingnya berstatus sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) sesuai pedoman Kemenkes lantaran baru tiba dari luar negeri.
Dalam lawatannya ke luar negeri, Bima Arya didampingi sang istri yang juga Ketua TP PKK Kota Bogor Yane Ardian, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
(DPMPTSP) Kota Bogor Firdaus, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Bogor Adi Novan dan Kasubag Kerjasama Pemkot Bogor Ara Wiraswara.
"Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor membawa rombongan ke kediamannya masing-masing untuk dilakukan pemantauan. Bima Arya dan Yane Ardian langsung menuju kediamannya di Komplek Baranangsiang Indah, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur," tambah Bima.
Bima melanjutkan, dirinya berkantor di rumah sesuai pedoman Kemenkes terhadap ODP, karena ini salah satunya mengenai isolasi dirumah selama masa inkubasi. Aktivitasnya sebagai wali kota dengan bekerja dari rumah dengan cara video confrence dan malam hari itu juga langsung dilakukan.
"Saya mengikuti instruksi dari Kemenkes dan Dinkes walaupun sampai saat ini tidak ada gejala, saya sehat, begitu turun dari pesawat langsung dicek suhu tubuhnya dan normal, tidak ada keluhan. Tapi sekali lagi untuk mengantisipasi tetap saya harus dipantau," tutur Bima.
Bima menjelaskan, ruang bawah di kediamannya sementara waktu dijadikan kantor, selain kebutuhan kantor, pastinya disana sudah terpasang alat untuk melakukan teleconference guna memantau dan memberikan arahan-arahan untuk dinas, camat hingga lurah.
"Selama bekerja di rumah, saya akan terus memonitor kondisi Kota Bogor. Besok saya juga akan melakukan video conference dengan dinas, camat, lurah, para kepala sekolah, kepala puskesmas, rumah sakit untuk memantau keadaan dan memberikan arahan," terangnya.
Bima mengaku, dirinya ingin cepat turun ke lapangan, walau bisa melakukan kerja jarak jauh atau di rumah selama masa pemantauan, karena kalau dirumah masih ada keterbatasan. Tapi selama masih dalam pemantauan itu bukan tidak boleh ke lapangan, tapi agak dibatasi turun ke lapangannya. Karena bagaimanapun pengendalian corona ini memerlukan koordinasi langsung dari dirinya, pak wakil dan semuanya."
Ada opsi yang ditawarkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk mengetahui hasil saya bebas dari virus Covid-19 tanpa harus menunggu 14 hari masa inkubasi.
Pak Gubernur bahkan meminta langsung bahwa Wali Kota Bogor menjalani tes khusus yang dinamakan proaktif tes yang hasilnya bisa diketahui lima sampai enam jam. Artinya begitu hasil tes itu keluar, Insya Allah saya bisa turun ke lapangan lagi. Lab-nya ada di Bandung. Doakan saja mudah-mudahan tidak ada apa-apa, kami ingin percepat dengan alat yang baru dari Provinsi Jawa Barat itu," pungkasnya.
Diketahui Bima melakukan teleconference dengan jajaran lurah, camat, kepala sekolah hingga para Kepala Dinas pada pukul 09.00 WIB. Agenda pimpinan Pemkot Bogor hari Selasa (17/3/2020) dipenuhi teleconference. (Rizki Mauludi)
Editor : Bsafaat


