INILAH,Bandung- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Jelekong bekerjasama dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bandung, menggelar pelatihan keterampilan kemandirian.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Bengkel Kerja (Bengker) Lapas Jelekong, Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (20/2).
Pelatihan tersebut adalah salah satu program rutin yang diadakan pihak Lapas Narkotika Kelas IIA Jelekong. Tujuannya, memberikan keterampilan kepada para warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Jelekong, Gun Gun Gunawan mengatakan, program pelatihan secara internal selama ini sudah dilaksanakan rutin oleh pihaknya. Namun, yang sifatnya kerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) baru pertama kali dilakukan.
"Ini kolaborasi antara Lapas dengan Balai Latihan Kerja Disnaker Kabupaten Bandung. Bentuknya bukan koordinasi lagi. Tentunya mendongkrak dan menunjang salah satu bagian dari pembinaan warga binaan," kata Gun Gun disela kegiatan.
Melalui pelatihan kemandirian ini, kata Gun Gun, nantinya diharapkan para warga binaan ini memiliki keterampilan khusus dan ijazah. Dan ketika kembali ke lingkungan masyarakat, mereka bisa menjadi masyarakat yang utuh dan bisa berguna.
"Baik untuk dirinya pribadi, keluarga dan lingkungannya. Serta bisa berperan aktif dalam pembangunan di lingkungan tersebut, minimal. Dan yang paling inti, setelah keluar nanti mereka tidak mengulangi perbuatannya lagi," ujarnya.
Gun Gun mengungkapkan, dari sekitar 1.376 warga binaan di Lapas Narkotika Kelas IIA Jelekong ini 85 persennya merupakan warga Kabupaten Bandung. Hal tersebut yang mendasari pihaknya untuk menggandeng Disnaker Kabupaten Bandung.
"Kolaborasi dengan Disnaker baru sekarang. Karena saya pikir ini bukan tanggung jawab Lapas saja, karena Lapas tanggung jawabnya terbatas hanya di dalam.
Sedangkan warga binaan ini yang masuk terus bergantian. Sehingga untuk yang di luarnya kami menggandeng Pemda, agar nantinya mereka yang sudah keluar dari sini bisa menyalurkan skill dan kemampuan yang sudah didapat disini," ujarnya.
Lebih lanjut Gun Gun menuturkan, khusus pelatihan kemandirian yang berkolaborasi dengan Disnaker Kabupaten Bandung lebih difokuskan kepada pelatihan pengelasan. Sehingga kolaborasi ini akan terus belanjur dan tidak hanya dengan Disnaker, namun pihak lainnya yang bisa mewadahi berbagai keterampilan dari warga binaan di Lapas tersebut.
"Karena memang Lapas dituntut berkolaborasi dengan pihak-pihak yang bisa membantu untuk menyerap dan mendidik keterampilan warga binaan," katanya.
Kasi Kegiatan Kerja Narapidana, Ramdhan Ginanjar menambahkan, pelatihan di bidang pengelasan ini akan berlangsung selama dua hari pada 20-21 Februari 2019. Untuk hari pertama sendiri sifatnya teori dan hari kedua ke praktek.
"Untuk pelatihan pengelasan ini, nanti produk yang akan dibuat itu lebih ke alat bermain anak, seperti perosotan, jungkit-jungkitan dan terwongan. Itu masuk ke program ramah anak, untuk pelayanan pengunjung. Jadi nanti tamu atau pengunjung lapas yang membawa anak bisa menunggu sambil bermain," ujar Ramdhan.