Purwakarta Belum Punya Terminal yang Memadai
Pemkab Purwakarta saat ini tengah merumuskan untuk membangun terminal baru. Mengingat, sampai saat ini belum ada lokasi transit atau pusat perhubungan angkutan umum darat antar daerah ke wilayah ini yang memadai.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Purwakarta – Pemkab Purwakarta saat ini tengah merumuskan untuk membangun terminal baru. Mengingat, sampai saat ini belum ada lokasi transit atau pusat perhubungan angkutan umum darat antar daerah ke wilayah ini yang memadai.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Purwakarta, Iwan Soeroso Soediro menilai, kebutuhan terminal baru di wilayahnya sifatnya sudah sangat mendesak. Minimalnya, kata Iwan, terminal tipe C. Supaya, ada tempat untuk penghubung bus antar kota dalam provinsi (AKDP) atau angkutan umum lokal.
“Sampai saat ini, belum ada terminal yang beroperasi secara optimal di wilayah kami,” ujar Iwan kepada wartawan, Selasa (10/3/2020).
Iwan menjelaskan, memang selama ini ada satu-satunya terminal di dekat pintu tol Jatiluhur. Yakni, sekitar Ciganea. Namun, itu pun belum berfungsi secara optimal dan hanya menjadi tempat transit kendaraan alakadarnya.
“Kalau dulu, kita punya terminal Sadang sebagai pusat penghubung kendaraan antar wilayah. Tapi, di 2004 lalu, sudah berganti jadi pusat perbelanjaan. Akhirnya, yang tersisa terminal Cigane itu tapi kurang berfungsi. Makanya, sekarang butuh mendesak, minimal tipe C,” jelas dia.
Iwan tak memungkiri, dengan tidak adanya terminal di wilayahnya menjadikan kendaraan angkutan umum yang semrawut di jalan. Wajar saja, karena kendaraan umum ini tak titik kumpul trayek yang jelas di satu kawasan.
“Jadi, kadang angkutan umum ini, terutama bus antar kota kerap ngetem seenaknya. Begitupun masyarakat yang ingin naik angkutan tidak bisa diakomodir dalam satu lokasi,” seloroh dia.
Tak hanya soal kesemrawutan di jalan raya, lanjut dia, dengan tidak adanya terminal ini pemerintah daerah tidak bisa memaksimalkan potensi pendapatan daerah dari retribusi angkutan umum. Padahal potensi tersebut bisa didapatkan dengan adanya sebuah terminal tempat keluar masuknya kendaraan itu.
“Kalau taka da terminal, jelas retribusi untuk menambah PAD (pendapatan asli daerah) pun tidak ada. Ketertiban kendaraan juga berantakan, masalah trayek juga,” tegas dia.
Saat ini, tambah Iwan, Pemkab Purwakarta sudah berencana membangun terminal. Rencananya tahun ini program perencanaan dan pembangunan terminal akan mulai diseriuskan, mengingat kebutuhannya sudah sangat mendesak.
“Untuk DED-nya (Detail engineering design) sudah ada, tinggal rencana pengadaan lahannya,” tambah dia.
Untuk lokasinya, rencananya akan dibangun di kawasan Sadang. Menurutnya, daerah ini merupakan kawasan strategis yang menjadi penghubung antar daerah. Namun, untuk lokasi ini masih dalam pembahasan bersama instansi terkait. (Asep Mulyana)
Editor : Bsafaat

