PVMBG: Gempa Berturut-turut di Pangalengan Fenomena Wajar

Dua hari lalu, gempa tektonik mengguncang kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung yang berbatasan dengan Kabupaten Garut.

PVMBG: Gempa Berturut-turut di Pangalengan Fenomena Wajar

INILAH, Bandung - Dua hari lalu, gempa tektonik mengguncang kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung yang berbatasan dengan Kabupaten Garut.

Dalam waktu singkat, gempa terjadi berkali-kali dengan kekuatan Magnitudo di bawah 5,0. Beedasarkan catatan BMKG, ada sembilan kali gempa terjadi.

Menanggapi hal tersebut, Kasubdit Bidang Gempa Wilayah Barat PVMBG Akhmad Solikhin mengungkapkan, fenomena gempa secara berturut-turut itu, merupakan hal yang normal terjadi.

"Kalau gempa tektonik dari sesar aktif dia bisa jadi, sebelum gempa utama itu ada gempa pendahuluan, kemudian ada gempa susulan, itu fenomena wajar," ucap Akhmad, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (7/2/2020).

Lebih lanjut, Akhmad menjelaskan, di wilayah perbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut, terdapat memang terdapat satu sesar aktif, yakni sesar Garsela (Garut Selatan). Namun, jika melihat data yang dikeluarkan BMKG, lokasi pusat gempa tektonik yang terjadi di Pangalengan, Kabupaten Bandung, berjarak cukup jauh dengan sesar Garsela.

"Tapi kalau diliat peta pusat gempa bumi dari BMKG yang gempa 2,9 ini pusatnya jauh di sebelah barat dari sesar Garsela itu, jadi sebelah baratnya Pangalengan. Cuma itu kan hasil BMKG karena relatif kecil jadi kadang penempatan pusat gempa buminya tidak terlalu akurat melenceng beberapa kilometer," tutur Akhmad.

"Kalau di petakan mungkin ada beberapa sesar, banyak sekali sesar cuma masalah aktif dan potensinya seperti apa masih perlu dilakukan penelitian secara detail. Kalau untuk potensi aktif itu harus ada penelitian lebih lanjut," sambungnya.

Akhmad menambahkan, sejauh ini, dari peta sumber gempa bumi nasional, ada beberapa sesar aktif di Jabar, yang memiliki potensi bencana. Salah satunya sesar Lembang, yang miliki potensi pada patahan yang dapat memicu gempa berkekuatan sekitar 6,8 hingga 7 Skala ritcher.

"(Sesar aktif) Dari Pelabuhan Ratu Sukabumi sampai Padalarang sesar Cimandiri. Kemudian sesar Lembang. lanjut lagi sesar Barigi ke daerah Cirebon Indramayu. Kemudian sesar Garsela itu," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik)


Editor : Bsafaat