Raksasa Perawatan Kesehatan J&J Akan Dipecah Menjadi Dua Perusahaan

Johnson & Johnson mengatakan pada Jumat bahwa pihaknya berencana untuk memecah menjadi dua perusahaan, memisahkan divisi kesehatan konsumen

Raksasa Perawatan Kesehatan J&J Akan Dipecah Menjadi Dua Perusahaan
Ilustrasi

INILAHKORAN, Bandung-Johnson & Johnson mengatakan pada Jumat bahwa pihaknya berencana untuk memecah menjadi dua perusahaan, memisahkan divisi kesehatan konsumen yang menjual plester obat dan bedak bayi dari unit farmasi besarnya.

Konglomerat perawatan kesehatan itu akan memisahkan bisnis kesehatan konsumen menjadi perusahaan publik baru. Pesaing Pfizer Inc pada tahun 2019 menggabungkan unit kesehatan konsumen dengan GlaxoSmithKline plc dalam usaha patungan.

Johnson & Johnson mengatakan pihaknya bertujuan untuk menyelesaikan pemisahan yang direncanakan dalam 18 hingga 24 bulan, menyebabkan nilai sahamnya naik 5 persen sebelum bursa transaksi saham dibuka.

Baca Juga: Boris Johnson: G7 Setujui Rencana Berurusan dengan Taliban

Perusahaan itu akan mempertahankan unit farmasi dan alat kesehatan yang menjual obat-obatan seperti pengobatan kanker Darzalex. Unit ini diharapkan menghasilkan pendapatan sekitar 77 miliar dolar AS pada 2021.

"Johnson & Johnson yang baru dan Perusahaan Kesehatan Konsumen Baru masing-masing akan dapat lebih efektif mengalokasikan sumber daya untuk diberikan kepada pasien dan konsumen, mendorong pertumbuhan dan membuka nilai yang signifikan," kata Joaquin Duato, yang diperkirakan akan menjadi Dirut J&J pada Januari.

Pemisahan yang direncanakan itu terjadi beberapa hari setelah konglomerat industri AS General Electric Co mengatakan akan memisahkan diri menjadi tiga perusahaan publik untuk menyederhanakan bisnisnya dan mengurangi utang.

Baca Juga: Wall Street Anjlok Terseret Saham Johnson & Johnson dan GameStop

Pada Jumat, Toshiba Corp Jepang menguraikan rencana pada Jumat untuk membagi menjadi tiga perusahaan independen.***


Editor : inilahkoran