Ramp Check Nataru di Terminal Cicaheum : 50 Bus Diperiksa, Satu Tak Laik Jalan
Puluhan armada bus yang beroperasi di Terminal Cicaheum, Kota Bandung telah menjalani pemeriksaan ramp check guna memastikan keselamatan penumpang selama periode libur Natal dan Tahun Baru. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 50 unit bus telah diperiksa oleh petugas dengan hasil mayoritas dinyatakan laik jalan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Puluhan armada bus yang beroperasi di Terminal Cicaheum, Kota Bandung telah menjalani pemeriksaan Ramp Check guna memastikan keselamatan penumpang selama periode libur Natal dan Tahun Baru. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 50 unit bus telah diperiksa oleh petugas dengan hasil mayoritas dinyatakan laik jalan.
Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi mengatakan, pemeriksaan ramp check dilakukan secara bertahap karena sebagian armada merupakan bus jarak jauh yang masih berada di perjalanan. Kondisi kemacetan di sejumlah jalur utama, juga turut memengaruhi kedatangan bus ke terminal.
“Untuk ramp check di Terminal Cicaheum sudah ada sekitar 50 unit bus. Memang sebagian bus jarak jauh, sehingga membutuhkan waktu untuk sampai ke terminal. Ditambah lagi kondisi kemacetan di jalur utara maupun selatan,” kata Asep Supriadi pada Jumat 26 Desember 2025.
Meski demikian, ia memastikan secara umum kondisi keselamatan dan keamanan penumpang tetap terjaga. Menurutnya, ramp check menjadi langkah penting untuk meminimalisasi risiko kecelakaan selama meningkatnya mobilitas masyarakat.
“Untuk Terminal Cicaheum sendiri, dari segi keselamatan dan keamanan penumpang masih aman,” ucapnya.
Ia menjelaskan, dalam pemeriksaan tersebut petugas melakukan pengecekan menyeluruh. Baik dari sisi administrasi maupun kondisi fisik kendaraan. Pemeriksaan administrasi meliputi kelengkapan surat-surat kendaraan, dan pengemudi.
“Hasil pemeriksaan administrasi dan fisik kendaraan dinyatakan aman. Mulai dari buku uji, STNK, KIR, sampai SIM pengemudi semuanya diperiksa,” ujar dia.
Selain administrasi, aspek teknis kendaraan juga menjadi perhatian utama. Petugas memeriksa kondisi ban, rem, lampu, wiper kaca hingga komponen keselamatan lainnya. Pemeriksaan dilakukan secara visual karena keterbatasan alat pendukung, namun dinilai cukup untuk memastikan kelaikan operasi armada.
“Untuk teknis kendaraan seperti ban, rem, lampu dan wiper kaca kami cek semua. Memang masih sebatas visual, tidak secara detail karena perlu alat khusus. Tapi armada yang diperiksa dinyatakan aman untuk dioperasikan,” tambahnya.
Ramp check ini dilakukan setiap hari sejak 18 Desember dan akan berlangsung hingga 4 Januari mendatang. Dari puluhan armada yang telah diperiksa, petugas menemukan satu bus yang dinyatakan tidak laik jalan.
“Ada satu unit dari Pahala Kencana yang tidak kami izinkan beroperasi, karena kondisi kendaraan tidak memenuhi syarat,” ungkap dia.
Bus tersebut, diketahui memiliki sejumlah pelanggaran serius. Mulai dari kaca depan yang pecah, penggunaan ban vulkanisir hingga kelengkapan administrasi yang sudah kedaluwarsa. Demi keselamatan, petugas langsung mengambil tindakan tegas.
“Kami turunkan penumpangnya di terminal, kendaraan kami keluarkan dari area operasional dan dipulangkan ke garasi. Armada tersebut kemudian diganti dengan kendaraan lain yang kondisinya lebih baik dan layak jalan,” jelasnya.
Asep menegaskan, dari 50 unit bus yang telah menjalani ramp check hanya satu armada yang benar-benar dinyatakan tidak laik beroperasi. Namun, pada beberapa bus lainnya masih ditemukan kerusakan ringan.
“Hanya satu unit yang tidak layak jalan. Tapi ada juga beberapa armada yang kami temukan kerusakan kecil, seperti wiper kaca tidak berfungsi atau lampu mati dan langsung kami minta untuk diperbaiki,” tandas dia.***
Editor : JakaPermana

