Rans Nusantara Hebat Tutup, Netizen Singgung Money Laundering: Cuciannya Udah Kering Gais

Rans Nusantara Hebat Tutup, Netizen Singgung Money Laundering: Cuciannya Udah Kering Gais

Rans Nusantara Hebat Tutup, Netizen Singgung Money Laundering: Cuciannya Udah Kering Gais
Rans Nusantara Hebat Tutup

INILAHKORAN - Rans Nusantara Hebat, pusat kuliner yang didirikan oleh Raffi Ahmad dan Kaesang Pangarep itu mengumumkan tutup untuk sementara waktu.

Kabar penutupan Rans Nusantara Hebat ini disampaikan melalui akun Instagram pada Selasa 25 Februari 2025.

Unggahan terkait kabar Rans Nusantara Hebat yang ditutup sementara ini langsung menjadi sorotan netizen.

Tak sedikit netizen yang menyinggung soal pencucian uang atau money laundering imbas dari penutupan Rans Nusantara Hebat tersebut.

"Awkwkw cuciannya udh kering gais," tulis akun netizen dava.

"Ganti cucian....menyalaaa cucianku," sahut netizen lain amparamata.

"Confirmed, pinjam nama sama rans = SAMA SAJA LAUNDRY YGY! BUKAN BISNIS TAPI SAMA SAJA LAUNDRY!," tulis akun netizen lain.

Tak hanya di unggahan terakhir Rans Nusantara Hebat, isu soal money laundering ini juga ramai diperbincangkan di media sosial X.

Perjalanan Rans Nusantara Hebat

Diresmikan pada 30 Maret 2024 di BSD, Tangerang, Rans Nusantara Hebat merupakan kolaborasi antara RANS Entertainment dan GK Hebat, perusahaan milik Kaesang Pangarep. 

Berlokasi di atas lahan 2,1 hektare, tempat ini menjadi rumah bagi 122 tenant kuliner, yang mayoritas berasal dari pelaku UMKM.

Dalam perjalanannya, Raffi Ahmad memiliki visi besar untuk membantu pelaku usaha kecil agar bisa berkembang lebih luas.

"Di sini niat kita harus membuat UMKM kita mendapatkan tempat terbaik dan naik kelas. Karena kita yakin kalau UMKM kita diberikan tempat yang baik, apalagi menjadi lifestyle, ekonomi bangsa kita akan semakin melejit," ujar Raffi Ahmad dalam peresmian tempat tersebut.

Meski sempat menjadi destinasi kuliner yang ramai dikunjungi, belakangan ini Rans Nusantara Hebat dikabarkan mengalami penurunan jumlah pengunjung. 

Kendati begitu belum ada pernyataan resmi terkait penyebab penutupan sementara ini, banyak yang menduga faktor menurunnya tingkat kunjungan menjadi salah satu alasannya.


Editor : Firda Rachmawati