INILAH, Bandung - Ratusan bobotoh serbu Mapolrestabes Bandung yang berada di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Senin (4/2).
Mereka menggelar aksi sebagai bentuk kekecewaan karena tim kebanggaannya tidak mendapatkan izin menggelar pertandingan melawan Persiwa di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gedebage, Kota Bandung yang seharusnya digelar sore tadi.
Alhasil, leg kedua babak 32 besar Piala Indonesia itu harus ditunda oleh PSSI selaku operator pertandingan dengan waktu yang tidak ditentukan.
Perwakilan Bobotoh, Albert Shadrach mengatakan bahwa para bobotoh ini menuntut kepolisian mengenai tidak dikeluarkannya izin pertandingan di Stadion GBLA. Setidaknya ada tiga tuntutan.
Pertama, mereka berharap untuk mempermudah segala bentuk perizinan terkait pertandingan kandang Persib di Bandung. Alasannya karena tugas utama kepolisian adalah untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, memberikan perlindungan serta pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam hal ini, bobotoh sebagai masyarakat yang ingin menyaksikan hiburan satu-satunya yaitu menonton Persib agar dimudahkan, jikapun terjadi penolakan perizinian, kepolisian harus memberikan alasan yang jelas.
Kedua, bobotoh meminta pihak Kepolisian seharusnya berusaha membantu Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Persib untuk memecahkan masalah dengan tanpa melanggar ketentuan dan regulasi yang telah ditetapkan PSSI selaku Badan Tertinggi Sepakbola di Indonesia.
Terakhir, bobotoh meminta kepada para pemangku kepentingan di Kota Bandung khususnya serta Jawa Barat umumnya, memberikan kebebasan untuk melihat, menyaksikan dan mendukung Persib di kota tercintanya ini.
"Bagaiamana pun juga kita disini semua orang yang paham bagaimana caranya mengadakan sebuah event, baik event apapun. Gak ada yang dadakan ini semua sudah di setting dalam hal. Kemarin kita gak lama di GBLA ngapain aja, memang ada permainan," ungkap Albert