Rawan Kecelakaan, Warga Paraongpong Minta Pemkab Bandung Barat Pasang PJU

Usai rampung persoalan sampah liar, warga Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali mengeluhkan minimnya penerangan jalan umum di kawasan Tanjakan Endog.

Rawan Kecelakaan, Warga Paraongpong Minta Pemkab Bandung Barat Pasang PJU

INILAHKORAN, Ngamprah  -  Usai rampung persoalan sampah liar, warga Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali mengeluhkan minimnya penerangan jalan umum di kawasan Tanjakan Endog.

Pasalnya, warga khawatir kondisi jalan tanpa penerangan tersebut memicu kecelakaan. Apalagi, kontur jalan tersebut yang menanjak dan sempit.

Diketahui, Tanjakan Endog berada di jalur penghubung antar kampung di Desa Sariwangi, tepatnya di perbatasan RW 03 dan RW 05. Jalan ini kerap dilintasi warga dari arah Kota Bandung yang menuju arah Parongpong maupun Kota Cimahi.

Selain kondisi fisik jalan yang sempit dan menanjak, kawasan tersebut juga dikelilingi oleh pepohonan rindang sehingga menambah kesan gelap saat malam hari. 

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui dinas terkait bisa segera turun tangan memasang lampu jalan di titik-titik rawan gelap tersebut. 

Beberapa warga juga mengusulkan agar rambu lalu lintas diperbaiki dan dipasang kamera pengawas guna mencegah pengendara melawan arus dari arah atas.

Pantauan pada Minggu 8 Juni 2025 malam, pencahayaan di kawasan tersebut hanya mengandalkan satu lampu PJU, dari rumah warga dan kendaraan yang melintas.

Kendati di salah satu sisi jalan terdapat rambu lalu lintas larangan masuk, namun sejumlah kendaraan tetap nekat melawan arus dari arah tanjakan.

Salah seorang warga setempat, Budi (48) mengaku khawatir lantaran banyaknya kendaraan yang meluncur dari arah atas Tanjakan Endog tidak menyalakan lampu yang membuat situasi berbahaya.

"Kalau malam gelap banget. Kadang ada motor dari atas yang nggak pakai lampu, itu bikin takut. Jalan juga nggak kelihatan, apalagi pas berkabut. Kami minta PJU segera dipasang di sini," kata Budi.

"Kami nggak butuh yang mewah, cukup ada satu atau dua titik lampu jalan saja sudah membantu," tandasnya.

Warga lainnya, Heri (57) mengaku, dirinya pernah mengalami kecelakaan akibat bertabrakan dengan pengendara dari arah berlawanan yang tidak menyalakan lampu kendaraan.

"Waktu itu saya jatuh karena motor dari atas tanjakan tiba-tiba nyelonong gelap-gelapan. Padahal saya juga pelan. Ini sudah bukan soal kenyamanan, tapi soal keselamatan," ujar Heri.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti