RD Minta Barito Putera Jaga Motivasi Hadapi Persib
Pelatih Barito Putera Rahmad Darmawan atau yang akrab disapa RD ini hanya menginstruksikan para pemainnya untuk menjaga motivasi saat melawan Persib di Stadion Demang Lehman, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin 27 Februari 2023.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Banjarbaru - Pelatih Barito Putera Rahmad Darmawan atau yang akrab disapa RD ini hanya menginstruksikan para pemainnya untuk menjaga motivasi saat melawan Persib di Stadion Demang Lehman, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin 27 Februari 2023.
RD mengatakan, secara persiapan Barito Putera sudah siap menghadapi Persib. Bahkan dua kali latihan yang dimiliki, sudah dimaksimalkan dengan baik.
Tidak hanya itu, RD juga memastikan hanya satu pemain Barito Putera yang absen melawan Persib. Adalah Joko Ribowo karena mengalami cedera.
"Yang lainnya bisa main dan aman dari kartu. Sehingga semua bisa kita mainkan," ujar RD di Stadion Demang Lehman, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu 26 Februari 2023.
Karena itu, RD meminta pemainnya untuk menjaga motivasi. Sebab pertandingan melawan Persib memiliki peran yang sangat penting.
"Tidak hanya soal strategi dan taktikal yang dikedepankan, tapi juga motivasi bermain dan bermain yang lepas dari para pemain. saya rasa mereka sudah mengetahui dan saya tinggal terus menjaga kondisi itu," imbuhnya.
Pelatih yang sebelumnya menangani RANS Nusantara FC ini akui tidak mudah untuk bisa mempersiapkan tim menghadapi Persib. Baginya hal yang terpenting adalah mengatur masa recovery.
"Di antaranya adalah mengurangi perjalanan jauh, itu jadi salah satu solusinya. Kita memilih lokasi latihan yang dekat dengan hotel tempat pemain menginap supaya energi mereka disiapkan untuk besok, karena itu penting sekali. kadang istirahat lebih penting dibandingkan melakukan aktivitas yang membuat pemain kelelahan," bebernya.
Menurutnya, itu merupakan rumusnya dalam menangani tim menghadapi pertandingan dengan jadwal yang mepet. Sebab ketika fisik menurun, maka tingkat emosinya akan meningkat.
"Jadi, salah satu cara adalah memberikan jeda yang cukup ideal untuk mereka, supaya mereka betul-betul segar dan bermain spartan selama 90 menit. Penting juga mengambil pelajaran dari apa yang terjadi kemarin, justru lawan membuat gol itu di menit atau di detik terakhir, jadi sangat menyakitkan dan jadi catatan dan fokus kita sampai wasit meniup peluit akhir pertandingan," jelasnya.*** (muhammad ginanjar)
Editor : Doni Ramdhani

