Reaksi Dahnil Soal Ancaman DO Kampus ke Mahasiswa
Juru bicara Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, ancaman drop out dari universitas terhadap mahasiswa yang ikut aksi sangat disayangkan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta - Juru bicara Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, ancaman drop out dari universitas terhadap mahasiswa yang ikut aksi sangat disayangkan.
Mengingat, hal tersebut sebagai bentuk ancaman terhadap konstitusi Indonesia, yang sejatinya melindungi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapatnya di muka umum.
"Ancaman DO oleh kampus untuk mahasiswa yg berdemonstrasi adl ancaman serius terhadap konstitusi Indonesia. Ancaman serius terhdp kebebasan mimbar yg seharusnya dijunjung tinggi oleh Universitas," cuit akun Twitter @Dahnilanzar, dikutip Jumat (4/10/2019).
Diketahui, media massa diramaikan dengan pemberitaan mengenai adanya pengaduan dari mahasiswa lantaran bakal dikeluarkan atau drop out dari universitas akibat ikut aksi unjuk rasa menyuarakan tuntutan penolakan terhadap revisi Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan beberapa RUU kontro versi lainnya dari 23 hingga 30 September 2019 lalu.
Peserta aksi bukan hanya dari kelompok buruh dan koalisi masyarakat sipil melainkan juga mahasiswa hingga pelajar.
Anggota Tim Advokasi AMuKK, Alghiffari Aqsa mengatakan puluhan laporan itu salah satunya mengenai pengaduan dari mahasiswa yang akan dikeluarkan atau drop out dari universitas akibat ikut aksi.
Adapun aksi serentak tersebut menimbulkan banyak korban dari mahasiswa bahkan ada yang sampai meninggal akibat tertembak. [adc]
Editor : Bsafaat

