Realisasi Belanja Daerah Pemda KBB Terendah di Jabar, Ardin KBB Dorong Hal Ini
Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang & Distribusi Indonesia (Ardin) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menilai realisasi belanja Pemda KBB rendah
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang & Distribusi Indonesia (Ardin) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menilai realisasi belanja Pemda KBB saat ini disebut-sebut masih terendah di Jawa Barat.
Pasalnya, pada triwulan I tahun 2022, realisasi belanja KBB baru terealisasi sebesar 3,77 persen.
Ketua Ardin KBB, Abdul Rohman Nasution mengatakan, realisasi tersebut tertinggal jauh dari realisasi belanja kabupaten/kota di Bandung Raya yang rata-rata sudah mencapai 20 persen.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Pastikan Menanggung Sepenuhnya Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam KBB
"Dalam dua tahun terakhir, yakni tahun 2021 dan 2022, APBD KBB mengalami defisit. Hal itu terjadi lantaran jumlah pendapatan daerah lebih rendah dari nilai rencana belanja daerah," katanya.
Menurutnya, hal itu menjadi lumrah dalam aspek kebijakan anggaran pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
"Dilihat dari segi pendapatan daerah dalam kerangka APBD Tahun Anggaran 2022 yang mencapai Rp 2,913 triliun, terjadi peningkatan sekitar Rp 120 miliar dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang hanya Rp 2,782 triliun," tuturnya.
Baca Juga: Lahir dengan Kondisi Kembar Siam, Bayi Asal Cisarua Ini Nyaris Tak Tersentuh Pemda KBB
Dalam hal belanja daerah, kata dia, proyeksi penurunan belanja daerah hanya sekitar Rp 50 miliar dari tahun sebelumnya.
Sedangkan, pada anggaran belanja barang dan jasa pada sektor belanja operasi tahun 2022 terjadi peningkatan sekitar Rp 260 miliar.
"Jika dibandingkan dengan struktur anggaran tahun 2021, peningkatan belanja barang dan jasa seharusnya dapat berkontribusi positif dalam meningkatkan daya beli masyarakat di KBB," ucapnya.
Baca Juga: Pabrik Kokain Terbesar Masa Kolonial di KBB Hancur Saat Zaman Gedor
Meskipun terjadi penurunan nilai anggaran, jelas dia, sektor infrastruktur diharapkan terus dimaksimalkan untuk meningkatan produktivitas ekonomi dalam hal pemulihan ekonomi daerah.
"Oleh sebab itu, saya mendorong Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk segera melaksanakan percepatan belanja daerah," ucapnya.*** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran

