Panen Padi di Cirebon, Syahrul Yasin Limpo: Sektor Pertanian Tumbuh 2,7 Persen

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo merayakan Hari Pangan Sedunia ke-41 dengan cara melakukan panen padi di Kabupaten Cirebon.

Panen Padi di Cirebon, Syahrul Yasin Limpo: Sektor Pertanian Tumbuh 2,7 Persen

INILAHKORAN, Cirebon - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo merayakan Hari Pangan Sedunia 2021 dengan cara melakukan panen padi. Kegiatan itu pun disaksikan langsung secara virtual oleh kedutaan berbagai negara serta gubernur dan kepala daerah se-Indonesia.

Acara dilakukan bersama petani di Desa Jagapura Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Senin 25 Oktober 2021.

Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Indonesia selalu mampu mempertahankan ketahanan pangannya dan mengucapkan terima kasih bagi para petani di tengah pandemi Covid-19.

"Pertanian kita meningkat ditengah pandemi dan krisis global. Saya harapkan bisa berkontribusi pada PDB," ungkapnya.

Baca Juga: Bappeda Karawang: Kemiskinan Ekstrem Tersebar di Pedesaan dan Pertanian

Menurutnya, sektor pertanian pada tahun ini tumbuh sebesar 2,7 persen. Sementara, sektor lain mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19. Terbukti, kegiatan ekspor pertanian sebesar 15,4 persen pada 2020 malah melebihi target dibandingkan tahun sebelumnya.

"Dengan adanya peningkatan kegiatan ekspor itu, harus menjadi konsolidasi anak bangsa. Ini untuk memperhatikan ketahanan pangan karena sektor pertanian membuka lapangan pekerjaan yang besar. Bertani itu hebat dan jadi petani itu keren harus disampaikan kepada para pemuda," ujarnya.

Ke depan, Syahrul Yasin Limpo mengakui akan ada tantangan yakni krisis air bila terjadi kemarau. Untuk itu, dia berpesan harus memanfaatkan air dengan bijak.

Baca Juga: WJIS 2021: Agro Jabar-Pindad Sepakat Kembangkan Teknologi Pertanian

"Supaya ada ketersediaan air tetap terjaga, pemerintah daerah harus mengedukasi masyarakat untuk bisa menanam tanaman yang bisa menyimpan cadangan air di pekarangan rumah," jelasnya.

Krisis air dikatakanya kareda dampak dari pemanasan global. Forum G20 yang terdiri dari negara-negara besar sudah meningkatkan kembali pertaniannya. Pemerintah pun, terus melakukan pengembangan teknologi yang ramah lingkungan.

Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon Wahyu Tjiptaningsih menuturkan komoditi beras di daerahnya selalu mengalami surplus yakni sebesar 90 ribu ton per tahun dan berkontribusi pada swasembada beras nasional.

Baca Juga: Bangun Ketahanan Pangan, Dadang Kurniawan Dorong BUMDes Genjot Sektor Pertanian dan Perkebunan

"Pertanian di Kabupaten Cirebon memiliki andalan komoditi diantaranya beras 90 ribu ton per tahun, mangga 42 ribu ton per tahun, dan bawang merah 36 ribu ton per tahun. Bahkan wilayah kami pun bisa melakukan kegiatan ekspor bawang merah 67 ton ke Singapura," katanya.

Dia melihat, sektor pertanian di Kabupaten Cirebon bukan hanya bertanggungjawab sebagai lumbung gabah untuk daerah bahkan untuk tingkat nasional. Maka sampai hari ini Kabupaten Cirebon sebagai lumbung gabah nasional.

"572 ribu ton gabah giling di 93 ribu hektare jadi daerah kita masih tercatat sebagai lumbung gabah nasional. Hanya saja ada kendala ketersediaan air bagi pertanian terutama tanaman padi," sebutnya.***(maman suharman)


Editor : inilahkoran