Risih, Ratusan Ribu Lembing Batu Serang Warga Cirebon
Akhir-akhir ini, fenomena Lembing Batu yang datang ke rumah-rumah warga di Kabupaten Cirebon menjelang malam hari yang membuat risih.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon – Akhir-akhir ini, fenomena lembing batu yang datang ke rumah-rumah warga di Kabupaten Cirebon menjelang malam hari yang membuat risih.
Binatang kecil mirip walang sangit berwarna hitam ini, membuat risih warga. Hampir seluruh warga di Kabupaten Cirebon mengaku resah dengan kedatangan binatang kecil tersebut. Anehnya, menjelang pagi sampai sore hari, binatang bembing batu hilang dengan sendirinya.
"Datangnya mendekati waktu isya. Kalau lampu sudah mulai menyala, bembing batu itu tiba-tiba datang. Jumlahnya banyak sekali. Saya dan keluarga benar-benar risih," kata Zezen warga Pejambon Kabupaten Cirebon, Kamis 25 November 2021.
Baca Juga: Ihhh, 8 Serangga Menjijikan Ini Bisa Jadi Makanan Anda
Sementara itu, Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Duki menjelaskan lembing batu tidak membahayakan. Binatang kecil berwarna hitam tersebut tidak pernah menggigit. Namun, karena sekali datang jumlahnya ribuan akhirnya membuat panik.
"Serangga lembing batu tidak berbahaya, dan tidak menggigit manusia. Cuman kalau jumlah banyak, ya risih aja. Lagi pula baunya itu cukup menyengat," ungkapnya.
Duki juga menyebutkan, lembing batu tidak berbahaya untuk tanaman. Hanya saja, ketika jumlahnya banyak, cukup mengganggu, khususnya untuk tanaman padi. Pasalnya, tanaman padi bisa rusak. Meskipun bukan kategori hama utama, namun karena sekali datang jumlahnya bisa ratusan ribu, mau tidak mau akan merusak tanaman padi.
Baca Juga: Koki Thailand Sajikan Serangga sebagai Santapan Lezat
"Kita khawatirnya, ke depan ini menjadi hama sekunder. Jadi hama baru. Karena tanaman padi itu, sebagai tanaman inangnya. Kami sedang pikirkan bagaimana cara pencegahannya," ungkap Duki.
Duki menjelaskan, kenapa lembing batu seringkali muncul pada malam hari. Ini karena masuk kategori binatang nokturnal. Yakni binatang yang gemar beraktivitasnya di malam hari. Serta memiliki ketertarikan dengan sinar. Maka, wajar saja ketika seringkali dijumpai dan mendatangi cahaya lampu.
"Serangga lembing batu ini, sebenarnya bisa dikendalikan secara alami. Musuhnya utamanya adalah kodok dan bebek. Bisa juga memasang perangkap yakni mengandalkan lampu. Caranya, pasang lampu di pesawahan. Kemudian di bawah lampu itu disediakan wadah berisikan air detergen. Secara otomatis, lembing batu akan kumpul di situ. Dan akan mati dengan sendirinya dalam air larutan tadi," jelasnya.
Baca Juga: Boneka Kertas Bentuk Serangga yang Realistis
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Asep Pamungkas mengaku sampai saat ini belum ada keluhan petani. Ia memastikan, bembing batu itu ada. Hanya saja, ketika ada pun para petani tidak merasa risau dengan hama tersebut. Justru, keluhan itu muncul dari masyarakat. Terutama, yang rumahnya berdekatan dengan sawah. Seringkali rumahnya dipenuhi hewan tersebut.
"Ya, yang risaunya itu penduduk yang rumahnya dekat dengan sawah. Fenomena ini kurang lebih sama dengan tomket lah dulu. Bedanya, kalau ini tidak menggigit, hanya risih aja. Mudah-mudahan di rumah warga tidak sampai berkembang biak. Karena kan habitatnya di sawah," pungkasnya. (Maman Suharman)
Editor : inilahkoran


