Angka Kematian Positif Covid 19 di Garut Tinggi, Dinkes: Prokes Rendah dan Belum Divaksin Faktor Dominan
Jumlah angka kematian positif Covid 19 di Garut kini relatif tinggi. Dinkes Garut menyebutkan hal itu lantaran disiplin prokes rendah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Garut - Jumlah angka kematian positif Covid 19 di Garut kini relatif tinggi. Dinas Kesehatan (Dinkes) Garut menyebutkan, tingkat disiplin warga menerapkan prokes saat ini rendah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Garut Asep Surachman mengatakan, angka kematian positif Covid 19 di Garut itu tinggi lantaran masih rendahnya disiplin pelaksanaan prokes dalam kegiatan keseharian.
Selain itu, faktor yang menyebabkan angka kematian positif Covid 19 di Garut tinggi beberapa waktu terakhir ini lantaran warga masih banyak yang belum menerima vaksin.
Baca Juga: Mulai Hari Ini Penumpang KAI Bisa Lakukan Perjalanan Tanpa Surat Bebas Covid-19
"Sebagian besar kasus kematian karena belum divaksin, atau baru satu kali divaksin," katanya kepada INILAH, Rabu 9 Maret 2022.
Dia menyebutkan, tingkat penularan Covid 19 yang cepat serta penerapan prokes masih rendah juga menjadi faktor penyebab tingginya angka kematian positif Covid 19 di Garut.
"Selain karakteristik omicron lebih cepat menular," ujarnya.
Karenanya guna mencegah tingginya risiko penularan Covid 19 hingga menimbulkan kematian tersebut, Asep mengimbau masyarakat tetap menjaga kedisiplinan prokes dalam kegiatan sehari-hari serta mengikuti vaksinasi Covid-19 dengan dosis lengkap.
Baca Juga: Pembacok Kiai Farid Ashr Wadaher Indramayu Ditangkap, ini Dia Kronologisnya
Akumulasi angka kematian positif Covid 19 di Garut sendiri pada rentang 1 Januari hingga 8 Maret 2022, berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Garut. mencapai sebanyak 49 orang. Mereka terdiri 25 laki-laki dan 24 perempuan, berusia mulai dua hari sampai 84 tahun, tersebar di 24 dari 42 kecamatan yang ada di Garut.
Kebanyakan mereka di Kecamatan Tarogong Kidul sebanyak tujuh orang, dan Kecamatan Banyuresmi sebanyak enam orang. Sedangkan di kecamatan lainnya rata-rata satu hingga tiga orang.
Dari sisi usia, mereka didominasi kalangan dewasa usia 17-59 tahun sebanyak 26 orang, disusul lanjut usia berumur 60 tahun ke atas sebanyak 20 orang, bayi lima tahun ke bawah (balita) sebanyak dua orang, dan anak-remaja usia 6-16 tahun sebanyak satu orang.
Baca Juga: Biadab! Kakek Ini Cabuli Gadis Disabilitas di Kabupaten Cirebon
Dari sebanyak 49 kasus angka kematian positif Covid 19 di Garut itu sebanyak 26 orang di antaranya memiliki riwayat belum divaksin Covid 19, sebanyak sembilan orang sudah divaksin lengkap dosis 2, sebanyak delapan orang baru divaksin dosis ke-1, dan sisanya enam orang tidak ada keterangan riwayat vaksinasinya.
Kasus konfirmasi positif Covid 19 di Garut sendiri sejak pandemi Covid-19 terdeteksi pada 2020 lalu hingga kini mencapai sebanyak 29.537 kasus.
Sebanyak 26.930 kasus di antaranya dinyatakan sudah sembuh, 1.221 kasus meninggal, 1.184 kasus masih isolasi mandiri, dan 202 kasus dalam isolasi perawatan rumah sakit. (Zainulmukhtar)
Editor : inilahkoran

