Bantu Perajin Tahu dan Tempe, Bulog Cirebon Subdisi 1.000 Ton Kedelai
Bulog Cirebon terus berupaya membatu perajin tempa dan tahu di tengah mahalnya harga kedelai dengan cara menyubsidi seribu ton kedelai
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHK0RAN, Cirebon - Kantor Cabang Bulog Cirebon, menyediakan sebanyak 1.000 ton kedelai subsidi dari pemerintah yang disediakan bagi perajin tahu dan tempe di wilayah tersebut.
"Kita sediakan 1.000 ton kacang kedelai subsidi untuk perajin tahu dan tempe," kata Waka Pimpinan Cabang Bulog Cirebon Abdillah Luhur di Cirebon, Jumat 15 April 2022.
Abdillah mengatakan Bulog Cirebon mendapatkan penugasan dari pemerintah untuk mengadakan sebanyak 1.000 ton kacang kedelai bagi perjin tahu dan tempe yang tergabung pada Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia (Kopti) di wilayah kerjanya.
Baca Juga: Pantau Jalur Mudik Lebaran 2022, Polres Cirebon Kota Dirikan 7 Pospam
Menurutnya, subsidi yang diberikan oleh pemerintah sebesar Rp1.000 per kilogram, sehingga nantinya para perajin bisa mendapatkan harga kacang kedelai sesuai kemampuan mereka yaitu Rp10.250 per kilogram.
Saat ini lanjut Abdillah, harga kacang kedelai masih dikeluhkan oleh para perajin, sehingga pemerintah memberikan subsidi, agar usaha mereka bisa terus berjalan.
"Kita akan salurkan ke Kopti masing-masing daerah, seperti Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Majalengka, dan Kuningan," tuturnya.
Baca Juga: Berbagi Makan Sahur ala Imron dan Istri di Kabupaten Cirebon
Abdilah menambahkan pengadaan kacang kedelai subsidi tersebut sudah mulai dilakukan mulai bulan April ini, sampai ada penugasan lebih lanjut dari pemerintah.
"Pengadaan sudah kita lakukan, dan ini dimulai pada bulan April," ujarnya.
Untuk mekanisme penyaluran dari Bulog Cirebon, lanjut Abdillah yaitu langsung melalui Kopti masing-masing daerah, sehingga Bulog hanya akan mengirimkan kepada Kopti, tidak satu per satu perajin tahu dan tempe.
"Yang membagi semua Kopti, kita salurkan kacang kedelai ini kepada mereka, tidak langsung ke perajin," katanya. (ant)
Editor : inilahkoran


