Rencana Pemindahan SDN Pambudi Dharma, Disdik Cimahi Tunggu DED Rampung

Rencana pemindahan SDN Pambudi Dharma karena berdekatan dengan TPST Sentiong baru dalam tahap DED walaupun dana sudah teranggarkan

Rencana Pemindahan SDN Pambudi Dharma, Disdik Cimahi Tunggu DED Rampung
Kondisi dan situasi di SDN Pambudi Dharma yang terkena dampak pengaktivan kembali TPST Sentiong.

INILAHKORAN.ID – Keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentiong yang beroperasi berdekatan dengan Satuan pendidikan Dasar Negeri (SDN) Pambudi Dharma di Jalan Kolonel Masturi, Cipageran, Kecamatan Cimahi Tengah menjadi alasan utama pemerintah kota merelokasi sekolah tersebut ke lokasi yang lebih aman dan layak.

Tak cuma itu, Pemkot Cimahi telah menyiapkan langkah konkret dengan mengalokasikan anggaran sekitar Rp3,4 miliar di tahun ini, khusus untuk pembuatan Rencana Teknis dan Gambar Kerja atau Detail Engineering Design (DED) sekaligus persiapan pembangunan fisiknya.

"Upaya ini kami lakukan demi menjamin kesehatan dan keselamatan peserta didik, serta tenaga pendidik dari potensi dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh pengelolaan sampah," kata Kepala Dinas pendidikan (Disdik) Kota Cimahi, Nana Suyatna, Kamis (4/6/2026).

Nana menjelaskan, saat ini proses pemindahan baru memasuki tahap perencanaan, yakni pembuatan DED sebelum pelaksanaan konstruksi dimulai yang ditargetkan rampung sepenuhnya Juli mendatang.

Dokumen tersebut nantinya bakal menjadi acuan teknis menyeluruh, mulai dari kebutuhan struktur bangunan, kedalaman tanah, hingga pematangan lahan baru yang rencananya terletak di kawasan dekat Puskesmas Pembantu Cipageran atau wilayah sekitar Ecowisata.

"Tahun ini kita sudah alokasikan anggaran sekitar Rp3,4 miliar lebih. Namun penggunaannya masih kita sesuaikan dan kita perjuangkan, karena kita harus menunggu hasil akhir DED-nya," jelasnya.

Nana mengungkapkan, di dalam DED itu bakal tergambar jelas apa saja yang dibutuhkan, apakah harus ada pemadatan tanah khusus, jenis bangunan seperti apa, dan teknis lainnya.

"Kita targetkan dokumen ini tuntas sekitar bulan Juli, setelah itu kita tahu pasti berapa kebutuhan dana riil dan langkah selanjutnya," ungkapnya.

Tantangan Dunia pendidikan

Disinggung apakah keberadaan TPST yang dibangun dengan dukungan pendanaan hampir Rp35 miliar dari Bank Dunia tersebut merugikan sektor pendidikan, Nana menegaskan, setiap kebijakan pembangunan di wilayah ini merupakan keputusan strategis yang harus dijalankan secara terpadu.

"Jadi, meski lokasi sekolah lama menjadi berdekatan dengan fasilitas pengolahan sampah, hal ini tidak dilihat sebagai kerugian, melainkan tantangan yang harus diselesaikan dengan mencari solusi terbaik bagi dunia pendidikan," terangnya.

Nana menilai, pemerintah tengah berupaya menyeimbangkan antara kebutuhan pengelolaan persampahan kota dengan hak anak-anak mendapatkan lingkungan belajar yang sehat.

"Kita tidak bisa melihat ini sebagai kerugian, karena semua kebijakan pembangunan ini merupakan satu kesatuan program penting kota. TPST ini pun merupakan proyek besar yang didukung Bank Dunia," ujarnya.

"Tugas kami adalah bagaimana memastikan pendidikan tetap berjalan optimal meski ada perubahan tata guna lahan. Solusinya, kita pindahkan sekolah ke lokasi yang lebih layak dan aman, memanfaatkan lahan aset yang kita miliki," bebernya.

Sebagai bentuk kesiapan menghadapi masa peralihan, Nana menyebut, pihaknya telah melakukan sosialisasi menyeluruh kepada seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga orang tua murid.

Menurutnya, itu dilakukan agar tidak ada kekhawatiran berlebihan dan semua pihak memahami bahwa pemindahan ini semata-mata demi keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar.

"Kajian kelayakan lokasi baru pun dinyatakan sudah selesai dan layak, sehingga tinggal menunggu dokumen teknis pembangunan rampung," tuturnya.

Nana berharap, dengan rampungnya perencanaan teknis pertengahan tahun ini, proses pembangunan fisik dapat segera dimulai dan tuntas sesuai jadwal yang ditetapkan.

"Dengan begitu SDN Pambudi Dharma segera memiliki rumah baru yang nyaman, jauh dari potensi pencemaran dan mendukung prestasi peserta didik ke depannya," tukasnya.


Editor : Ahmad Sayuti