SDN Pambudi Dharma Bakal Dipindahkan, Nasib Bangunan Lama Urusan Bappeda
Disdik Kota Cimahi menyerahkan sepenuhnya nasib bangunan lama SDN Pambudi Dharma ke Bappeda
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Rencana pemindahan SDN Pambudi Dharma ke lokasi baru yang diklaim lebih aman dan sehat, sudah ditetapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi demi menghindari dampak lingkungan dari beroperasinya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentiong.
Namun, nasib bangunan dan lahan sekolah yang lama hingga kini masih menjadi tanda tanya besar. Bahkan, Dinas Pendidikan (Disdik) mengaku belum memiliki wewenang menyampaikan rencana pemanfaatan aset tersebut lantaran hal itu menjadi ranah perencanaan di tingkat daerah.
Sementara itu, alasan utama pemindahan ini tak lepas dari keluhan warga dan orang tua murid yang kian meningkat terkait gangguan bau tak sedap.
Kadisdik Kota Cimahi, Nana Suyatna menjelaskan, fokus pihaknya saat ini memastikan proses belajar mengajar peserta didik tetap berjalan kondusif di lokasi baru.
"Kalau terkait apa yang akan terjadi pada gedung sekolah yang akan ditinggalkan, kami menyerahkan sepenuhnya kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)," kata Nana, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, rencana tata guna lahan dan bangunan lama merupakan bagian dari kebijakan perencanaan pembangunan kota secara menyeluruh, sehingga ia belum berhak memaparkan rinciannya ke publik.
"Itu sebaiknya ditanyakan langsung ke Bappeda. Saya memang sudah mendapatkan informasinya, tapi karena konteks pemanfaatan setelah sekolah ini dialihkan ada di ranah perencanaan, saya tidak berhak menyampaikannya. Konsepnya seperti apa dan untuk keperluan apa, itu menjadi wewenang tim perencana di sana," ucapnya.
Nana menyebut, rencana pemindahan sekolah ini diambil bukan tanpa alasan kuat. Sebab, pihaknya kerap menerima keluhan langsung dari orang tua murid maupun warga sekitar sejak TPST Sentiong beroperasi.
"Masalah yang paling banyak disampaikan adalah bau tak sedap yang kerap tercium hingga ke lingkungan sekolah," sebutnya.
Nana menilai, kondisi tersebut sudah sangat mengganggu kenyamanan dan konsentrasi belajar anak-anak, bahkan dikhawatirkan berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang.
Oleh karena itu, keputusan memindahkan lokasi sekolah dianggap sebagai langkah paling tepat dan cepat untuk melindungi peserta didik dan tenaga pendidik.
"Keluhan itu nyata adanya dan memang sudah kami duga sejak awal pembangunan TPST. Isunya jelas terkait bau yang mengganggu. Tugas kami memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak. Ketika lingkungan belajar sudah tidak kondusif, solusi terbaik yang kami ambil adalah memindahkan kegiatan belajar mengajar ke tempat yang jauh lebih layak," jelasnya.
Disinggung terkait kekhawatiran orang tua terkait akses dan biaya perjalanan menuju lokasi baru yang berjarak lebih jauh, Nana menyebut hal tersebut tengah menjadi pembahasan pihaknya.
Pihaknya menyadari perpindahan lokasi berpotensi menambah beban perjalanan bagi siswa, sehingga sedang dilakukan kajian langkah-langkah penyesuaian, termasuk kemungkinan penyediaan transportasi atau dukungan lain agar tidak menjadi penghambat kehadiran siswa ke sekolah.
"Kami paham betul kekhawatiran orang tua soal jarak dan akses. Ini sedang kami bahas langkah terbaiknya, tentu saja tujuannya agar meski pindah tempat, anak-anak tetap semangat dan mudah menjangkau sekolahnya. Kami pastikan pemindahan ini justru membawa perubahan positif bagi kualitas pendidikan dan kesehatan mereka," ujarnya.
Editor : Ahmad Sayuti

