RESENSI BUKU: Keju Tradisional Indonesia

Ternyata, Indonesia memiliki keju tradisionalnya sendiri yang diproduksi lokal dan dengan pengolahan berbeda di beberapa daerah.

RESENSI BUKU: Keju Tradisional Indonesia
Penulis Buku "Keju Tradisional Indonesia", ki-ka: Selvi Novianti, Tristy Firlyanie Luthfi, Sandra Sanggramasari, dan Made Citra Yuniastuti. (Suro Prapanca)

Keju Tradisional Indonesia, ternyata Indonesia memiliki keju tradisionalnya sendiri yang diproduksi lokal dan dengan pengolahan berbeda di beberapa daerah.

Keju adalah bahan makanan yang sangat identik digunakan dalam  pembuatan hidangan ala Barat, terutama Amerika dan Eropa. Penggunaan keju pada menu-menu internasional sudah sangat lazim dan banyak sekali jenis keju yang dihasilkan di negara-negara Eropa maupun Amerika.

Amerika dan Eropa adalah negara penghasil keju terbesar di dunia. Ditambah, warganya sangat suka mengonsumsi keju parmesan dan mozzarella.

Selain itu, negara-negara Eropa, khususnya Belanda, Jerman, Prancis, dan Italia juga memiliki keju khas yang masing-masing memiliki cita rasa tradisional dengan sumber susu dan berbagai pengolahan yang berbeda.

Bagaimana dengan di Indonesia? Tingkat konsumsi keju di Indonesia masih rendah apabila dibandingkan dengan negara Asia lainnya.

Hal ini disebabkan adanya stigma bahwa keju adalah makanan mewah yang hanya dikonsumsi oleh orang-orang berada. Mengonsumsi keju adalah kemewahan dan dianggap hanya bagi mereka yang status sosial tinggi.

Buku berjudul “Keju Tradisional Indonesia” adalah karya dosen-dosen Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung: Made Citra Yuniastuti, Tristy Firlyanie Luthfi, Selvi Novianti, dan Sandra Sanggramasari. Dengan tebal 98 halaman, mereka menulis buku ini dalam dua bagian (chapter), pertama, tentang Dunia Keju di Indonesia. Kedua, mengenai Produk Olahan Keju Tradisional Indonesia.

Di chapter pertama buku, Dunia Keju di Indonesia, para penulis menceritakan bahwa ternyata Indonesia memiliki keju tradisional yang diolah dari sejak zaman dulu sampai sekarang ini dengan pengolahan yang khas dan juga memiliki nama/sebutan tersendiri di daerah asalnya. Keju asli Indonesia yang dituliskan dalam buku ini adalah dangke, dali, dan senduro.

Apa itu dangke, dali, dan senduro? Dari daerah mana keju tradisional Indonesia itu dihasilkan? Bagaimana cara mengolahnya? Pertanyaan-pertanyaan itu akan Anda, para pembaca, peroleh pengetahuan dan jawabannya di halaman 12, 16, 19 pada buku yang sedang Anda pegang ini.

Apa sih bahan utama pembuatan keju? Betul! Keju dibuat dari susu hewani, baik dari sapi, kerbau, kambing, biri-biri, atau hewan mamalia lainnya. Berbeda susu pastilah memiliki kadar lemak yang berbeda pula.

Membaca buku ini, Anda akan memahami dan mengetahui bahwa bahan utama keju dan bahan pembentuk utamanya akan menghasilkan berbagai jenis keju.

Pada chapter kedua, Produk Olahan Keju Tradisional Indonesia, para penulis yang merupakan dosen di Program Studi Manajemen Patiseri STP Bandung ini menyajikan lebih dari 20 relasi resep berbahan keju tradisional Indonesia. Semua resep tersebut sudah melalui penelitian, praktik, dan uji coba, jadi silakan Anda praktikkan di rumah.   

Membaca buku yang ditulis dosen STP Bandung ini, berarti Anda membaca buku yang hasil penelitian, praktik, dan uji coba ini harapannya masyarakat mulai mengenal dan memanfaatkan keju tradisional Indonesia tersebut dengan mudah.

Tidak hanya itu, berbagai variasi resep dalam buku ini juga dapat digunakan sebagai sumber inspirasi dalam berbisnis di bidang kuliner. Selamat membaca. (sur)

Judul: Keju Tradisional Indonesia
Penulis: Made Citra Yuniastuti, Tristy Firlyanie Luthfi, Selvi Novianti, dan Sandra Sanggramasari
Penerbit: Bitread Publishing, 2019
ISBN: 978-623-224-074-2
Ukuran Buku: 14,5 x 21 cm
Halaman: viii + 98 halaman


Editor : suroprapanca