Reses DPRD Kota Cimahi Sebabkan Petaka, Puluhan Warga Diduga Keracunan Usai Santap Makanan

Mereka diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap hidangan yang diberikan pada kegiatan reses salah satu anggota DPRD Kota Cimahi.

Reses DPRD Kota Cimahi Sebabkan Petaka, Puluhan Warga Diduga Keracunan Usai Santap Makanan
Beberapa orang warga saat diperiksa usai santap makanan di acara reses salah seorang anggota DPRD Kota Cimahi. (Agus Satia-

INILAHKORAN, Cimahi - Usai menyantap makanan saat acara reses salah satu anggota DPRD Kota Cimahi, puluhan warga Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi mendadak mengalami gejala mual hingga muntah sejak Minggu 23 Juli 2023 pagi dan diduga alami keracunan makanan.

Mereka diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap hidangan yang diberikan pada kegiatan reses salah satu anggota DPRD Kota Cimahi.

Akibatnya, puluhan warga tersebut harus dibawa seluruh rumah sakit yang ada lantaran kapasitas ruangan yang terbatas dan diduga kuat alami keracunan makanan saat reses anggota DPRD Kota Cimahi tersebut.

Pj Wali Kota Cimahi, Dikdik S. Nugrahawan mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya warga keracunan usai mengonsumsi hidangan untuk kegiatan tertentu.

"Memang ini kegiatan yang berkaitan dengan DPRD Kota Cimahi," katanya kepada wartawan, Senin 24 Juli 2023.

Dikdik menyebut, dari data yang masuk memang jumlah korban yang diduga keracunan ini cukup banyak. Bahkan, terbagi di semua rumah sakit di Kota Cimahi.

"Jadi, ada beberapa masyarakat yang datang ke Rumah Sakit Cibabat, RS Mitra Kasih dan RS MAL. Semuanya tersebar," sebutnya.

Dikdik menjelaskan, langkah paling utama yang dilakukan pihaknya adalah menangani dulu pasiennya dan dari peninjauan yang dilakukan dirinya semua pasien sudah mendapatkan penanganan.

"Saya sempat bertanya kondisi para pasien karena khawatir, dan ternyata kondisinya semua relatif sudah mulai membaik," ujarnya.

Disinggung terkait langkah yang bakal dilakukan, Dikdik menuturkan, pihaknya bakal mencari tahu faktor penyebab keracunan tersebut dengan memastikan hasil sampel makanan yang sudah diambil untuk diuji di laboratorium.

"Nanti, persisnya kita akan tahu penyebabnya, apakah kimiawi atau faktor biologis seperti adanya bakteri. Ini yang akan kita cari tahu," paparnya.

Tak hanya itu, sambung Dikdik, pihaknya pun bakal melakukan pemeriksaan katering yang menyediakan makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan.

"Pihak katering akan kita mintai keterangan dan didalami apakah ada sesuatu yang salah atau ada faktor lain," ucapnya.

"Kita kan tidak tahu, jadi jangan suudzan dulu dan kita buat ini jernih. Kita saat ini fokus dulu pada penanganan pasien," pungkasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti